PENGUMUMAN…..

pengumuman kepada semua siswa kelas IX ada info resmi bahwasanya tanggal 4 juni wajib masuk, untuk menerima hasil kelulusan dan sekaligus lepas pisah kelas IX tahun 2010/2011. untuk keperluan itu siswa diharapkan

memakai baju batik bebas (alias batik yang gaul gitu lho) dan ingat……kaliean semua wajib datang jam 7.00. dan persiapan yang mau tampil harus datang jam 6. atau lebih pagi dari pag moo dan apalagi pak ramsin.

nah untuk lebih jelas…kalian sms aja ke no nya penulis ya……

NB. Siswa yang tidak absen pada tanggal tersebut maka tidak mendapatkan informasi kelulusan.

atau bisa jadi udah yakin g bakalan lulus…..

so kalau kalian semua dah bosen ma pag noe…jangan lempar batu ke pag noe tapi halian harus lulus dan meninggalkan sekolah yang mungkin membuat kalian bosan ini dengan masuk ke smu yang kalian favoritekan……

Iklan

EXLUSIVE

EDISI 2
SAMBUT UAN DENGAN UPAYA DAN DOA
keberhasilan pendidikan itu terletak pada kerjasama seluruh komponen antara lain dari Kepala Sekolah, Guru, Tata Usaha, Orang Tua juga siswa itu sendiri.
Segala Usaha alangkah baiknya di sertai dengan do’a agar mendapat Ridho dan hidaya Allah.

Genderang perang telah ditabuh. Pertarungan sesungguhnya akan segera di gelar

. Bagaimana tidak, Ujian Akhir Nasional (UAN) sudah “nangkring” di batang hidung. Itu artinya, selama menuntut ilmu di bangku sekolah selama 3 (tiga) tahun, biaya pendidikan yang telah dikeluarkan, dan do’a dan mantra yang telah di panjatkan tiap pagi, siang, dan malam, dipertaruhkan…!!! tujuannya tidak lain dan tidak bukan adalah bisa lulus ujian serta menjadi lulusan terbaik.
Adalah tugas yang tidak mudah bagi tenaga pendidik untuk mewujudkan hal tersebut tanpa dukungan dari semua pihak, seperti yang disampaikan oleh Bapak Harijanto, S. Pd. “keberhasilan pendidikan itu terletak pada kerjasama seluruh komponen antara lain dari Kepala Sekolah, Guru, Tata Usaha, Orang Tua juga siswa itu sendiri”. Lebih lanjut beliau menjelaskan bahwa semua komponen ini harus bahu-membahu, bekerjasama untuk mensukseskan jalannya pendidikan. “Dalam sehari kita memiliki waktu 24 jam, sedang waktu siswa di sekolah paling lama antara 7-8 jam, selebihnya waktu digunakan di rumah.” ujarnya. beliau menegaskan bahwa tidak bisa secara mutlak bahwa keberhasilan pendidikan hanya terletak dan di bebankan pada sekolah tetapi peran serta orang tua juga sangat menentukan keberhasilan ini, mengingat waktu lebih banyak di rumah. Sehingga terjadi “pembagian beban” tanggung jawab yang merata dan saling bahu-membahu.
Hal penting lain yang sangat menentukan keberhasilan Ujian Akhir Nasional adalah pada siswa sendiri, karena mereka yang akan terlibat langsung dalam “perhelatan akbar dan menegangkan” tersebut. Untuk menunjang hal ini, lebih jauh Pak Hari, pangilan akrab bapak yang juga WAKASEK SMP 6 Jember ini menjelaskan dan senantiasa berpesan kepada seluruh anak didiknya, “wabil khusus” kepada kelas IX untuk tekun belajar demi kesuksesan kelulusan.
Adalah hal yang sangat menyedihkan ketika hasil akhir UAN “dikumandangkan” tanpa mampu menyabet lulus 100%. Untuk itu ketika ditemui tim wartawan dari Keris Sena, beliau mengatakan bahwa pihak sekolah telah jauh-jauh hari mempersiapkan metode-metode belajar dalam rangka menyambut Ujian Nasional yang akan datang. “sekolah telah menyiapkan berbagai cara untuk meningkatkan mutu belajar siswa diantaranya dengan memberikan tambahan belajar sepulang sekolah lewat Program Intensive Belajar (PIB),Uji Coba (Try Out) kemudian bekerjasama dengan lembaga pendidikan lain seperti, Primagama, Galileo” ujarnya. Bahkan lebih lanjut Pak Hari mengatakan, akan sangat berterima kasih kepada siswa yang mau mengikuti pelajaran tambahan (les) yang dilakukan di luar sekolah. Ini sebagai salah satu bentuk kepedulian, partisipasi dan kerjasama siswa dalam peningkatan mutu (kualitas) siswa itu sendiri. Hal ini sebenarnya juga akan mempermudah siswa dalam menentukan pilihan pendidikan selanjutnya, lebih-lebih bisa masuk pada SMU/SMK favourite.
Dalam setiap tahunnya, tidak dapat dipungkiri, bahwa ada saja kesalahan/kelemahan yang terjadi dalam pelaksanaan UAN. Beliau mengatakan, “Panitia dalam hal ini sekolah tidak bosan-bosan menyampaikan dan mewanti-wanti kepada pihak pengawas untuk berkeliling mengoreksi pengisian LJK agar kesalahan tahun lalu tidak terulang kembali”. Hal ini disebabkan bahwa kesalahan mengisi lembar LJK seringkali menjadi kendala siswa-siswa, untuk itu siswa di himbau untuk lebih meneliti secara serius juga berhati-hati dalam setiap pengisian Lembar Jawaban Komputer (LJK) yang tentu saja telah disosialisasikan jauh hari sebelum pelaksanaan UAN.
Pada pelaksanan PIB sendiri juga sering kali menemukan kendala seperti siswa terlambat dan terkadang siswa langsung pulang alias tidak mengikuti PIB. Untuk di sekolah akan memberlakukan peringatan keras terhadap siswa atau lebih jauh akan memanggil orang tua siswa yang bersangkutan bila dianggap keterlaluan. Lebih lanjut wartawan Keris Sena sedikit “menyentil” terhadap masalah keterlambatan yang terkadang dilakukan para guru. Dengan jawaban lembut pak Hari menyampaikan serta mengembalikan permasalahan kepada tiap hati nurani guru untuk komitmen dengan tugas dan kewajibannya, Bila seorang pendidik (guru) mempunyai hati nurani maka ia akan bertanggung jawab terhadap apa yang menjadi tanggung jawabnya, “Kembali ke hati nurani guru itu sendiri” lanjut beliau.
Tugas dan tanggung jawab yang diemban oleh tenaga pendidik juga sekolah tahun ini cukup menguras tenaga. Bagaimana tidak, selain standart kelulusan, siswa juga harus ”dicekoki” tambahan mata pelajaran yang semula hanya berjumlah 3 (tiga) menjadi 4 (empat) mata pelajaran yang diuji nasionalkan. “kalau tahun lalu standar rata-rata kelulusan dengan nilai 4,25 tahun ini menjadi rata-rata 5,50”.ujarnya. Kalau tahun kemarin mata pelajaran yang diujikan adalah Bahasa Indonesia, Matematika dan Bahasa Inggris, untuk tahun ini akan di tambah dengan mata pelajaran IPA (Ilmu Pengetahuan Alam). Artinya siswa harus ekstra kerja keras dan serius dalam belajar.
Segala usaha telah dilakukan oleh seluruh komponen pendidikan di SMPN 6 Jember. Baik Kepala Sekolah, Guru, Tata Usaha, Orang tua Siswa dan siswa sendiri untuk menunjang keberhasilan pendidikan (kelulusan). Namun dari semua upaya yang dilakukan sifatnya hanya usaha yang telah di agendakan, lebih dari itu yang patut terus kita lakukan selain usaha tadi adalah terus berdo’a dan berdo’a. menyangkut masalah ini SMP 6 Jember pada tiap tahun ketika menghadapi UAN selalu mengajak semua siswa-siswi juga orang tua untuk lebih gencar berdoa, salah satu kegiatan rutin yang selalu ada ketika mendekati UAN adalah acara doa bersama (istigosah )hal ini diharapkan agar semua usaha kita mendapat hidayah dan ridho dari Tuhan Yang Maha Esa. “Begitu egoisnya manusia kalau merasa mampu tanpa ridho dan izin Allah” tambah Pak Hari. Hal ini diharapkan semua upaya dan kerja keras dan belajar kita mendapat ridho Tuhan dan SMP 6 Jember bisa kembali mengumumkan kelulusan dengan predikat 100% lulus. Semoga….!!! (bela)