KUMPULAN PUISI BULAN APRIL

CINTA PUTIH
By: Nia /8dhe
Kau……….
Bukan seorang pujangga
Bukan pula penyair
Tapi kau adalah aku
Tapi kau tak punya kelebihan
Tak punya jua kelemahan
Tapi kan mempunyai aku
Ku tak butuh keindahan
Tak butuh juga materi
Tapi ku butuh cinta putih darimu

INIKAH CINTA
Cinta…
Apa itu cinta ?
Kini aku tak ingin mengenal cinta kembali..
Karna cinta telah membuatku menangis, menjerit
dan teraniaya oleh cinta..

Cinta..
Andai Ia tau hancurnya hati ini..
Saat cinta yang sempurna
Telah membuatku buta..
Dan akhirnya terluka karena cinta
Aku ingin cinta tau..
Rasanya kepedihan hati yang selalu terkhianati,
Tercabik dan teraniaya..
Aku ingin cinta mendengar..
Setiap jeritan hasratku yang memilukan
Aku ingin cinta tau dan dapat merasakan
Betapa perih, betapa sakit, betapa pahit dan
Betapa terpuruknya diriku..
Bila cinta telah mengkhianati, merobek, mencabik
Dan menghancurkan hati ini..
Apakah ini yang namanya cinta???

ARTI SAHABAT

Hari bagai putaran bumi cepat

Hari demi hari kita lewati bersama

Pagi aku bersamamu

Pagi lagi aku bersamamu..

Engkau begitu ceria dan penuh kasih sayang

Engkau tempat curhat suka dan dukaku

Engkau bisa menerimaku apa adanya

Engkau pemberi semangatku

Sampai kapanpun aku tak akan lupa padamu

Pada senyummu, pedulimu dan sifatmu

Entah kapan kita berpisah

Mungkin saja saat ajal menjemput

Kawan engkau satu-satunya yang paling berharga

Engkau sama dengan keluargaku

Kawan jangan pernah tinggalkanku

Karena kau penyemangat hidupku..

By : Dedya.

SENDIRI

Malam ini..

Aku sendiri disini..

Di temani oleh desir angin malam yang dingin..

Itu semua karenanya..

Karena dia, ku sendiri disini..

Dia yang dulu adalah bagian dari keeping hati ini..

Dia yang dulu pernah menjadi bagian hati ini..

Tapi dia meninggalkanku..

Tanpa berpikir betapa sakitnya aku..

Di tengah malam yang sunyi ini inginku berteriak..

Tuk hilangkan beban dan derita hati ini..

Tapi lidah ini begitu kelu tuk berteriak..

Dan aku hanya bisa menderaikan air mata..

Bulir-bulir air mata yang jatuh

Adalah jarum yang telah menusuk hati ini..

Suara isak tangisku menusuk-nusuk malam dan terdengar pilu..

Aku ingin semua mendengar isak tangisku yang memilukan

Mendengar setiap jeritan hati ini, dan dapat merasakan

Sakitnya hati ini..

Agar mereka tau setiap luka dan rasa sakit ini..


CURHAT HATIKU

Angin sepoi menerpa tubuhku..

Menerpa tubuh mungilku yang sudah mulai goyah

Dia tak inginkan aku lagi ..

Itulah yang harus ku terima

Hati yang tersayat-sayat itulah kini yang kurasakan..

Awan hitam mulai menghiasi mataku ini..

Jatuhlah kini air mataku

Maukah kau menghapus lukaku mentari?

Ingin jemari ini menghapus air mata yang tak pernah kuharapkan..

Tapi…

Kau hadir menghapus semua lukaku

Kini mentari tak perlu lagi menghapus semua lukaku..

Akankah kau menjaga hatiku ini?

By : Ket-cHup./ 8a
Kisahku di antara Mereka.

Dapat ku rasakan detak jantung sosok wanita..

Saat ia merintih kesakitan dengan hati penuh harap

Namun ku hanya terdiam dalamkehangatan kegelapan

Ia terus menjerit dalam do’a

Lalu ku dengar sayup-sayup kata dari seorang lelaki..

Yang mengatakan bahwa ia ingin aku

Suara-suara itu menjadi mengeras

Bagai gendang pecah..

Ku menangis, menjerit, dengan semua keanehan itu

Dan ku dengar kembali suara-suara sosok lelaki itu tadi..

Terima kasih Allah..

Terima kasih, ucapnya..

Ku dibawa pergi tuk merasakan tetes-tetes air

Dengan balutan kain tebal..

Lalu ku dibawa pergi lagi dari tempat itu..

Kurasakan tubuhku terangkat dank u terdiam..

Setetes air membasahi pipiku..

Terdengar suara adzan dan Iqomah dari lelaki tadi..

Hatiku terenyuh…

Ku tertidur nyenyak dalam peluknya..

By : Dyah.

YOU’RE MY FRIEND

BY. RINI

Kau selalu ada di setiap lamunanku

Dan kau adalah orang pertama yang masuk di kehidupanku

Mungkin aku terlalu menginginkanmu

Dan ku ingin menjadi bagian dalam hidupmu

Walaupun apa yang ku lakukan selama ini salah

Kau tetap ada buatku..

Kau tetap akan menjadi matahari

Yang slalu menyinari kehidupanku

Tiap detik, tiap menit bahkan tiap waktu

Kau slalu mengulurkan tanganmu untukku..

Kau adalah orang pertama

yang pernah memberikan harapan padaku

Hingga segala sesuatu yang ku leawati penuh dengan keindahan..

Dunia ini telah menyadarkanku..

Bahwa persahabatan akan hancur karena Cinta..

Dan kini aku telah sadar

Bahwa kau akan tetap menjadi sahabatku..

Kini air laut dapat mengikis batu karang

Air hujan dapat menyiram bumi

Dan ku harap

Angin dapat menyampaikan pesanku untukmu

Bahwa persahabatan

tak akan pernah bisa berubah menjadi Cinta

karena dengan persahabatan kita bisa tau

sebuah makna kebersamaan..


GEDUNG TUA

BY. GEA

Di sini..

Ku pandangi sebuah gedung tua berdiri megah

Yang setia menaungi dari masa ke masa

Ada yang meninggalkan

Tuk melanjutkan titian jalannya

Sejenak ku berdiri menatapnya

Merenungi setiap ruang tanpa suara

Di sini aku paham arti sahabat

Di sini kurasakan tulusnya sosok pengajar

Dan menunjukkan dunia..

Di sini, di gedung tua ini ku jalani masa terindah..

Tak ada angin yang bisa mengalahkan batu

Selain air..

Tak ada air yang bisa mengalahkan matahari

Selain awan..

Tak ada luka yang bisa mengalahkan derita

Selain canda tawa..

Tak ada hati yang bisa mengalahkan cintaku

Selain cinta dan kasih sayangmu..

Tapi dimana sang angin, sang air, dan sang luka

Harus meratapi kenyataan..

Begitu pula aku yang harus menerima kenyataan

Bahwa kau telah meninggalkanku..

Aku hanya bisa berdo’a..

Maafkanlah setiap kesalahan

Yang telah aku perbuat atas setiap langkahku denganmu..

Karena aku sungguh menyimpan rasa itu…

Untukmu…

Itu saja…

TANPA CINTA

Mentari tlah hilangdan malampun telah datang …….

Dengan menghadirkan angin malam yang dingin……….

Irisan hati yang menjerit perih bagaikan luka yang tersiram air garam

Pedih ………..

Sakit …………

Terpuruk………

Cinta ini tlah memudar dan hancur lebur

Angan ini tlah hilang bersama dinginnya malam

Saking ini tlah meradang dan susah tuk terobati

Dan disi ku sendiri…….

Ditemani oleh semilir angin malam

Tanpamu ……….

Tanpa cinta yang kini hilang bersama gelap malam

Yang tak bercahaya

“Maaf ku mencintai kekasihmu”

Pada suatu hari di sekolahku
“Kemana saja kamu selama ini ven, sudah seminggu ini kamu tidak masuk, hp dimatikan, sms gak dibalas, emang kamu ini sakit apa?” kata Reny ketika melihat aku datang dan memasuki ruangan kelasku. “nggak apa-apa kok Ren, nyantai aja” jawabku pendek. “eh Venty, kamu ingat nggak kalau hari ini Ultahnya Sendy” sambung Reny. “ya tentu saja aku ingat Ven, cowokmu itu kan juga teman aku juga, lagian kalau kalian pacaran selalu ajak aku, jadi aku tahu banyak tentang kalian, masak sampai aku nggak tahu ultah Sendy” . “iya tapi maksudku enaknya kita beri kejutan apa buat dia, ayolah bantuin”. Aku terdiam menyaksikan rengekkan Reny sahabatku. Tiba-tiba rasa bersalah terasa ketika teringat kejadian seminggu yang lalu ketika Sendy cowok Reny sahabatku mencium keningku ketika

aku menyatakan perasanku padanya. Aku tak kuasa menahan penyesalan dan aku bergegas meninggalkan Reny yang berdiri menunggu jawabanku. “eh Ven, kamu mau kemana?” teriak Reny ketika kutinggalkan dia untuk berlari menyembunyikan semua perasaanku.
“Reny, maafkan aku selama ini aku membohongi kamu, selama ini dalam kebersamaan kita, kita selalu berbagi, bercanda dan aku menikmatinya meskipun aku menjadi obat nyamuk ketika kalian berpacaran. Tetapi akhirnya aku tak bisa menutupi perasaanku bahwa aku juga mencintai Sendy kekasihmu yang selama ini sangat kau cintai karena Sendy begitu sempurna mengisi hari-hariku selama ini” tangisku dalam hati tak bisa aku sembunyikan. “Venty, ada apa…apa kamu ada masalah” begitu terkejutnya aku ketika tiba-tiba dibelakangku telah ada Sendy yang dengan pesonanya menatapku dengan dalam sembari memelukku. “Sendy…kenapa kau begitu jahat…karena hadir dalam hidupku, menyiksa batinku, kau begitu jahat karena kau telah membutakan hatiku dengan perhatianmu selama ini padaku, dan begitu bodohnya aku karena mencintai kamu pacar sahabatku” tangisku pecah dipelukan Sendy. “Venty, kau sabahat terbaik, sahabatku juga sahabat kekasihku Reny, aku bisa merasakan perasaan yang kamu alami sekarang, tapi percayalah sedikitpun kau tidak bersalah, itu manusiawi dan cinta itu adalah kekuatan yang terkadang tak mampu kita kendalikan dan kau telah dikuasainya, dan meski begitu kau tetaplah Venty sahabat kami, jadi jangan sedih” perkataan Sendy seumpama air yang meyejukkanku dari kemarau. “Sen, kenapa waktu itu kamu mencium keningku saat aku menyatakan perasaanku padamu?”. Kataku pada Sendy yang masih memelukku “karena aku sayang kamu dan aku tidak ingin ada yang terluka, aku juga tidak ingin menyakiti hati Reny dengan menerima cintamu”. “Berarti kau tidak menerima cintaku, lalu apa arti ciuman itu!” kataku dengan nada keras dan berusaha lepas dari pelukan Sendy . “Ven, cobalah mengerti aku, aku tak mungkin mamatahkan perasaanmu waktu itu dan juga aku tak ingin mengkhianati Reny, dan aku meciummu karena aku menyayangimu sebagai sahabatku”. Jawab Sendy meyakinkanku.
Aku tak kuasa menahan sedih dan malu mengdengar jawaban Sendy, tak tertahan lagi air mataku tumpah, Sendy mendekatiku dan memelukku. “Sendy, aku mencintaimu, jauh sebelum Reny mengenalmu, tapi aku tak mampu mengatakannya sampai akhirnya aku mengenalkanmu dengan Reny, tapi hari-hariku bersama kalian begitu menyiksa batinku, hingga akhirnya aku tak tahan lagi menyimpan perasaanku ini. Aku sungguh mencintai kamu”. Tangisku semakin pecah. Namun sebelum Sendy menjawabnya kami mendengar ada suara di sebelah kami “ehm…, Apa aku mengganggu kalian” tanya Reny yang tiba-tiba berdiri disebelah kami yang kontan membuat kami terhentak dan dengan segera Sendy melepaskan pelukannya. “Reny, ada yang perlu aku luruskan dari kejadian ini”. Kata Sendy seraya menggapai tangan Reny. “Sudahlah Sendy tak perlu kamu meluruskan apapun, aku kesini hanya ingin menyampaikan Selamat Ulang tahun buat kamu Sendy, dan selamat atas hubungan spesial kalian ini, semoga kalian berdua bahagia” kata Reny seraya melepaskan tangannya dari genggaman Sendy dan bergegas meninggalkan kami. Aku melihat Sendy mengejar Reny dan berusaha meluruskan masalah kami. Aku hanya terdiam terpaku. Tak ada yang bisa aku perbuat selain menumpahkan air mata yang begitu berat berkantung di mataku.
“Reny, maafkan aku….Aku adalah pengkhianat yang telah tega menyakiti hati sahabatnya sendiri dan aku orang yang begitu bodoh yang mencintai Sendy kekasihmu, aku tahu kau tak akan memaafkan aku, dan aku tahu Sendy begitu terpukul dengan kejadian yang aku buat ini, tapi aku tidak bisa berbuat apapun, aku tak kuasa menahan perasaanku, dan aku hanya bisa berharap suatu saat nanti kalian memaafkan aku meskipun sadar aku tak mungkin melalui hari-hariku bersama kalian seperti dulu lagi. Reny…, Sendy selamat berbahagia, kalian adalah orang–orang yang tidak akan hilang dalam kenanganku…,sahabat….maafkan aku yang telah mencintai kekasihmu, sampai kini… meskipun aku tahu cintaku tak terbalas”.

Bersama Keris Sena

(Menyapa dan berkarya)
Oleh : Zulaicha VIII-A
__________________________________
Membuka lebar demi lembar halaman majalah Keris Sena dari awal terbit sampai pada ahir penerbitan, melihat kembali tiap coret dan refisi redaksi yang tersimpan di arsip naskah Keris Sena yang menumpuk di ruang labaratorium komputer karena majalah sekolah ini masih belum memiliki kantor sekretariat, dan membaca setiap dokumen yang tersimpan dalam file pada folder Keris Sena. Aku bisa rasakan begitu beratnya tugas para kakak senior juga bapak dan ibu guru yang telah memperjuangkan eksistensi Keris Sena waktu itu. Susungguh tak terfikir olehku bahwa begitu rumitnya proses memproduksi dan memasarkan majalah sekolahku “Keris Sena”, hingga menepis semua prasangkaku terhadap

semua yang terjadi selama ini.
Jujur sering kali selama ini aku menggerutu dalam hati, karena menunggu majalah sekolah yang gak terbit-terbit, sering juga kekecewan itu hadir ketika apa yang termuat di majalah jauh dari harapanku, bahkan tidak dipungkiri terkadang dulu ketika majalah terbit, ingin sekali aku mendapatkannya tapi malas untuk merogoh kocek untuk mengganti ongkos terbitnya.
Kini jelaslah sudah, apa yang aku gundahkan selama ini mengenai majalah sekolahku. Jikalau dulu ketika majalah terbit aku dengan jeli meneliti setiap kesalahan yang ada dan seolah pakarnya aku mengkritik dan berkata dalam hati “seandainya saja aku terlibat dalam produksi majalah sekolah ini pasti karyaku lebih bagus dari ini semua”.
Terdorong dari perasaan itu akhirnya aku putuskan untuk mengikuti ekskul jurnalis, setelah melalaui banyak kejadian dan pengetian tetang jurnalis serta suka duka mengelelola majalah sekolah, baru aku merasa bahwa aku terlalu naif untuk menggerutu dan menghakimi majalah yang secara langsung atau tidak langsung telah mewarnai dan meramaikan sekolahku SMPN 6 Jember. Apalagi setelah melalui pemilihan anggota jurnalis dan terpilih sebagai ketua redaksinya aku bisa merasakan begitu berat sekali perjuangan para seniorku terdahulu.
Menjadi ketua redaksi majalah Keris sena merupakan Amanah yang bergitu berat bagiku karena aku harus meyakinkan para anggota jurnalistk yang juga hampir putus asah karena setiap karyanya sering pupus karena tidak terpublikasikan. Selain para anggota, aku juga harus berjuang menyakinkan kembali kepada teman-teman siswa-siswi SMP 6 Jember mengenai keberadaan majalah Keris Sena yang telah lama hilang dari ingatan mereka, juga meyakinkan kepada bapak ibu guru yang mungkin saja telah lupa kalau dulu mereka juga membanggakan majalah sekolah ini.
Membuka kembali setiap naskah yang telah terkumpul di arsip redaksi meyakinkan aku bahwa perjuangan ini harus segera dimulai kembali sebelum nama “Keris Sena” sirna tertelan kenangan yang terlupakan.
Semoga prasangka dan kritikan yang dulu pernah aku pelihara tidak lagi dimiliki oleh teman-teman siswa-siswi SMPN 6 Jember. Karena semuanya kini telah nyata dan yang terpantas adalah apa yang kita berikan untuk menjadikan sekolah kita ini membanggakan untuk di kenang dan membanggakan ketika di ceritakan nanti ketika kita bernostalgia. Selamat berkarya teman-teman. Karena dengan karya kita maka kebanggaan itu lahir tanpa rekayasa dan dengan dengan karya yang nyata kita tunjukan bahwa kita hidup indah berwarna.
Icha Ketua redaksi Keris sena 2009.