EXLUSIVE

EDISI 2
SAMBUT UAN DENGAN UPAYA DAN DOA
keberhasilan pendidikan itu terletak pada kerjasama seluruh komponen antara lain dari Kepala Sekolah, Guru, Tata Usaha, Orang Tua juga siswa itu sendiri.
Segala Usaha alangkah baiknya di sertai dengan do’a agar mendapat Ridho dan hidaya Allah.

Genderang perang telah ditabuh. Pertarungan sesungguhnya akan segera di gelar

. Bagaimana tidak, Ujian Akhir Nasional (UAN) sudah “nangkring” di batang hidung. Itu artinya, selama menuntut ilmu di bangku sekolah selama 3 (tiga) tahun, biaya pendidikan yang telah dikeluarkan, dan do’a dan mantra yang telah di panjatkan tiap pagi, siang, dan malam, dipertaruhkan…!!! tujuannya tidak lain dan tidak bukan adalah bisa lulus ujian serta menjadi lulusan terbaik.
Adalah tugas yang tidak mudah bagi tenaga pendidik untuk mewujudkan hal tersebut tanpa dukungan dari semua pihak, seperti yang disampaikan oleh Bapak Harijanto, S. Pd. “keberhasilan pendidikan itu terletak pada kerjasama seluruh komponen antara lain dari Kepala Sekolah, Guru, Tata Usaha, Orang Tua juga siswa itu sendiri”. Lebih lanjut beliau menjelaskan bahwa semua komponen ini harus bahu-membahu, bekerjasama untuk mensukseskan jalannya pendidikan. “Dalam sehari kita memiliki waktu 24 jam, sedang waktu siswa di sekolah paling lama antara 7-8 jam, selebihnya waktu digunakan di rumah.” ujarnya. beliau menegaskan bahwa tidak bisa secara mutlak bahwa keberhasilan pendidikan hanya terletak dan di bebankan pada sekolah tetapi peran serta orang tua juga sangat menentukan keberhasilan ini, mengingat waktu lebih banyak di rumah. Sehingga terjadi “pembagian beban” tanggung jawab yang merata dan saling bahu-membahu.
Hal penting lain yang sangat menentukan keberhasilan Ujian Akhir Nasional adalah pada siswa sendiri, karena mereka yang akan terlibat langsung dalam “perhelatan akbar dan menegangkan” tersebut. Untuk menunjang hal ini, lebih jauh Pak Hari, pangilan akrab bapak yang juga WAKASEK SMP 6 Jember ini menjelaskan dan senantiasa berpesan kepada seluruh anak didiknya, “wabil khusus” kepada kelas IX untuk tekun belajar demi kesuksesan kelulusan.
Adalah hal yang sangat menyedihkan ketika hasil akhir UAN “dikumandangkan” tanpa mampu menyabet lulus 100%. Untuk itu ketika ditemui tim wartawan dari Keris Sena, beliau mengatakan bahwa pihak sekolah telah jauh-jauh hari mempersiapkan metode-metode belajar dalam rangka menyambut Ujian Nasional yang akan datang. “sekolah telah menyiapkan berbagai cara untuk meningkatkan mutu belajar siswa diantaranya dengan memberikan tambahan belajar sepulang sekolah lewat Program Intensive Belajar (PIB),Uji Coba (Try Out) kemudian bekerjasama dengan lembaga pendidikan lain seperti, Primagama, Galileo” ujarnya. Bahkan lebih lanjut Pak Hari mengatakan, akan sangat berterima kasih kepada siswa yang mau mengikuti pelajaran tambahan (les) yang dilakukan di luar sekolah. Ini sebagai salah satu bentuk kepedulian, partisipasi dan kerjasama siswa dalam peningkatan mutu (kualitas) siswa itu sendiri. Hal ini sebenarnya juga akan mempermudah siswa dalam menentukan pilihan pendidikan selanjutnya, lebih-lebih bisa masuk pada SMU/SMK favourite.
Dalam setiap tahunnya, tidak dapat dipungkiri, bahwa ada saja kesalahan/kelemahan yang terjadi dalam pelaksanaan UAN. Beliau mengatakan, “Panitia dalam hal ini sekolah tidak bosan-bosan menyampaikan dan mewanti-wanti kepada pihak pengawas untuk berkeliling mengoreksi pengisian LJK agar kesalahan tahun lalu tidak terulang kembali”. Hal ini disebabkan bahwa kesalahan mengisi lembar LJK seringkali menjadi kendala siswa-siswa, untuk itu siswa di himbau untuk lebih meneliti secara serius juga berhati-hati dalam setiap pengisian Lembar Jawaban Komputer (LJK) yang tentu saja telah disosialisasikan jauh hari sebelum pelaksanaan UAN.
Pada pelaksanan PIB sendiri juga sering kali menemukan kendala seperti siswa terlambat dan terkadang siswa langsung pulang alias tidak mengikuti PIB. Untuk di sekolah akan memberlakukan peringatan keras terhadap siswa atau lebih jauh akan memanggil orang tua siswa yang bersangkutan bila dianggap keterlaluan. Lebih lanjut wartawan Keris Sena sedikit “menyentil” terhadap masalah keterlambatan yang terkadang dilakukan para guru. Dengan jawaban lembut pak Hari menyampaikan serta mengembalikan permasalahan kepada tiap hati nurani guru untuk komitmen dengan tugas dan kewajibannya, Bila seorang pendidik (guru) mempunyai hati nurani maka ia akan bertanggung jawab terhadap apa yang menjadi tanggung jawabnya, “Kembali ke hati nurani guru itu sendiri” lanjut beliau.
Tugas dan tanggung jawab yang diemban oleh tenaga pendidik juga sekolah tahun ini cukup menguras tenaga. Bagaimana tidak, selain standart kelulusan, siswa juga harus ”dicekoki” tambahan mata pelajaran yang semula hanya berjumlah 3 (tiga) menjadi 4 (empat) mata pelajaran yang diuji nasionalkan. “kalau tahun lalu standar rata-rata kelulusan dengan nilai 4,25 tahun ini menjadi rata-rata 5,50”.ujarnya. Kalau tahun kemarin mata pelajaran yang diujikan adalah Bahasa Indonesia, Matematika dan Bahasa Inggris, untuk tahun ini akan di tambah dengan mata pelajaran IPA (Ilmu Pengetahuan Alam). Artinya siswa harus ekstra kerja keras dan serius dalam belajar.
Segala usaha telah dilakukan oleh seluruh komponen pendidikan di SMPN 6 Jember. Baik Kepala Sekolah, Guru, Tata Usaha, Orang tua Siswa dan siswa sendiri untuk menunjang keberhasilan pendidikan (kelulusan). Namun dari semua upaya yang dilakukan sifatnya hanya usaha yang telah di agendakan, lebih dari itu yang patut terus kita lakukan selain usaha tadi adalah terus berdo’a dan berdo’a. menyangkut masalah ini SMP 6 Jember pada tiap tahun ketika menghadapi UAN selalu mengajak semua siswa-siswi juga orang tua untuk lebih gencar berdoa, salah satu kegiatan rutin yang selalu ada ketika mendekati UAN adalah acara doa bersama (istigosah )hal ini diharapkan agar semua usaha kita mendapat hidayah dan ridho dari Tuhan Yang Maha Esa. “Begitu egoisnya manusia kalau merasa mampu tanpa ridho dan izin Allah” tambah Pak Hari. Hal ini diharapkan semua upaya dan kerja keras dan belajar kita mendapat ridho Tuhan dan SMP 6 Jember bisa kembali mengumumkan kelulusan dengan predikat 100% lulus. Semoga….!!! (bela)
Iklan

PERSPEKTIF

EDISI 2
Pada hari itu wajah SMP 6 Jember sedikit berbeda dari hari-hari biasanya. Kalau biasanya tiap pagi siswa-siswi selalu disuguhi wajah artis-artis kawakan seperti pak Yohanes, Pak Mat dan juga pak Rohim plus bonusnya adalah Pak Timbul sebagai super Hero, kali ini beda…beda…dan beda. Karena hari itu SMP 6 Jember kedatangan tamu istimewa dengan wajah-wajah yang sekejap mata mampu mengobati kejenuhan karena pemandangan sebelumnya.
Tamu istimewa itu tidak lain adalah

mahasiswa-mahasiswi yang sedang melaksanakan Program Pengalaman Lapangan (PPL). Hal ini kontan saja membuat semua siswa-siswi senang bukan main, karena mereka akan berinteraksi langsung dengan para senior mereka yang didaulat menjadi bapak dan ibu guru mereka untuk beberapa waktu, guna membantu meningkatkan mutu pembelajaran sekaligus mengamalkan Ilmu yang diperolehnya di bangku kuliah kepada siswa-siswi SMP 6 Jember serta membantu pelaksanaan pembelajaran sesuai dengan bidang studinya masing-masing. Menariknya, bapak dan ibu guru PPL ini selain cakep, cantik-cantik, sopan, baik hati dan yang terpenting tidak pelit lagi, hihihi…… (ya mungkin aja dengan ditulis seperti ini besok yang bersangkutan membuktikannya minimal dengan mentraktir anggota Keris Sena Bakso Pak Ramsin…ehm..)
Program Pengalaman Lapangan (PPL) merupakan titik kulminasi dari seluruh program pendidikan yang telah dihayati dan dialami oleh mahasiswa. Sehingga dapat diartikan Program Pengalaman Lapangan (PPL) sebagai suatu program yang merupakan ajang pelatihan untuk menerapkan berbagai pengetahuan, sikap dan keterampilan dalam rangka pembentukan guru yang profesional. PPL juga merupakan suatu program yang mempersyaratkan kemampuan aplikatif dan terpadu dari seluruh pengalaman belajar sebelumnya ke dalam program latihan. Aplikasinya berupa kinerja dalam semua hal yang berkaitan dengan jabatan keguruan, baik kegiatan mengajar maupun tugas – tugas keguruan lainnya yang diwujudkan dalam bentuk pelatihan terbatas, pelatihan terbimbing, dan pelatihan mandiri yang diarahkan kepada terbentuknya kemampuan keguruan, yang terjadwal secara sistematis di bawah bimbingan dosen pembimbing dan guru pamong yang memenuhi syarat.
Tujuan PPL sendiri secara umum adalah terbentuknya pribadi calon pendidik yang memiliki seperangkat pengetahuan, keterampilan, nilai, dan sikap yang cakap dan tepat dalam penyelenggaraan pendidikan dan pengajaran. Sedangkan secara khusus tujuan PPL adalah:

ü Mengenal secara cermat lingkungan fisik, administrative, akademik, dan sosial psikologi sekolah.
ü Menguasai berbagai keterampilan mengajar.
ü Menerapkan berbagai kemampuan professional keguruan secara utuh dan terpadu dalam situasi nyata.
ü Mampu mengembangkan aspek pribadi dan sosial di lingkungan sekolah.
ü Menarik kesimpulan nilai edukatif dari penghayatan dan pengalamannya selama pelatihan melalui refleksi, dan menuangkan hasilnya dalam pembuatan laporan.
Nah….untuk lebih mengenal bapak dan ibu guru PPL yang cakep-cakep dan manis-manis ini maka kru Keris Sena dengan senang hati memperkenalkan lebih dekat kepada kawan-kawan SMP 6 Jember agar lebih akrab karena ada pepatah “tak kenal maka tak sayang, tak sayang maka tak dapat traktiran” eh.. maaf kalau kelebihan.

Lebih Dekat Dengan Ketua Kelas

EDISI 2

Sebut saja namanya Echy. Profil kita yang satu ini adalah orang nomor satu di kelas IX A. Gadis kelahiran Jember, 15 Desember 1992 ini mempunyai nama lengkap Dessy Eka Agustin. Dara cantik yang mempunyai

hobby makan, minum, bobok dan olah raga ini menjatuhkan pilihan cita-citanya untuk menjadi seorang Dokter. Bertengkar adalah hal yang paling tidak do’i sukai sedangkan olahraga favouritenya adalah Bola Basket dan Pencak Silat. Ketika ditanya mata pelajaran apa yang menjadi favouritenya, do’i menjawab Bahasa Indonesia. Do’i beralasan bahwa pelajaran Bahasa Indonesia mudah untuk dimengerti. Saking kesengsemnya do’i sama Pak Bagio, akhirnya do’i memutuskan beliau sebagai guru favouritnya. “…karena ngajarnya enak”.terangnya. Do’i pun berharap semoga SMPN 6 Jember ini tambah maju dan lain daripada sekolah yang lain. Gadis yang murah senyum inipun berpesan untuk dewan guru agar senantiasa bersemangat untuk memberikan ilmu kepada seluruh siswa-siswi SMPN 6 Jember. “..temen-temen diseluruh sekolah SMP 6 Jember, Cayo…selalu…!!! ungkapnya bersemangat. Sedangkan untuk Keris Sena do’i berharap semoga Keris Sena tambah maju dan lebih lengkap dengan gosip-gosip terpanas dan kabar-kabar seputar SMP 6 Jember. “..semoga dengan harga Rp. 5.000,-, isinya menguntungkan SMPN 6 Jember” pesannya.

Di antara sekian banyak profil kita kali ini adalah Vega Eka Purnama. Cowok kelahiran Jember 24 Oktober 1992 ini akrab disapa temen-temennya dengan panggilan Vega. AKABRI adalah salah satu pilihan cita-citanya untuk masa depan, walau hobby dari kapten kelas IXB ini agak sedikit nyleneh yaitu nongkrong ma temen-temen. Nah…ketahuan suka nongkrong nih…(red). Akan tetapi meskipun suka nongkrong ternyata do’i adalah sosok yang baik hati dan tergolong anak yang manis. Betapa tidak, keseharian dan kegiatan rutinnya di rumah adalah membantu orang tua.
Dalam hal pendidikan do’i termasuk anak yang serius dalam mempelajari segala mata pelajaran yang diajarkan di sekolah. Bukti keseriusannya adalah do’i mengikuti pendidikan di luar jam sekolah yaitu dalam bentuk les di lembaga pendidikan swasta (Primagama). Berbohong dan berkelahi merupakan hal yang tidak disukai oleh cowok berbadan buesssar ini, meskipun olahraga yang difavouritekan adalah pencak silat. Loh..emang tujuan belajar pencak silat untuk berkelahi? Enggak khan…?!?! Katanya dengan sedikit manja.
Ketika ditanya mata pelajaran apa yang menjadi favouritenya, dia menjawab dengan pasti “IPA dan Bahasa Inggris, karena gampang dimengerti”katanya. Sedangkan pilihannya jatuh pada Bu Tatik ketika ditanya siapa guru yang menjadi favouritenya. “..bu Tatik, karena cantik dan cara mengajarnya enak..”ungkapnya. Do’i adalah cowok yang seneng akan olahraga, oleh sebab itu dia berpesan kepada SMPN 6 Jember agar memperbaiki fasilitas-fasilitas yang ada di ESPANA. Lebih lanjut dia berpesan kepada dewan guru agar lebih sabar dalam menghadapi murid-murid yang nakal. Tak lupa pesan dia kepada seluruh teman-temannya agar jangan suka iseng pada guru dan harus lebih menghormatinya. Terakhir diapun berwasiat untuk majalah ini, “..terus berjuang, jangan berhenti di tengah jalan…”katanya. Wah kena tilang tu mas, kalau berhenti ditengah jalan…!?!!(red)
Yongki Yanuar Rahman, atau lebih akrab dipanggil Yongki, adalah profil sohib selanjutnya yang akan menghiasi kolom ini. Karena ganteng dan tegas dalam menghadapi segala permasalahan di kelas, maka do’i di daulat untuk menjadi ketua kelas, memimpin temen-temen khususnya kelas IXC. Cowok kelahiran Jember, 21 Januari 1993 ini mempunyai cita-cita ingin menjadi seorang penyanyi. Cita-cita ini mungkin masih berkaitan erat dengan hobby yang do’i senangi yaitu menyanyi dan bersepeda. Membereskan semua pekerjaan rumah adalah agenda rutin yang harus dikerjakan dalam setiap keseharianya di rumah. Hal yang tidak di sukai oleh do’i adalah dipermainkan oleh orang lain. Cowok yang memilih Basket dan Sepak bola sebagai olah raga favouritenya ini, sangat menyukai pelajaran Bahasa Inggris. “…karena mudah dimengerti”ungkapnya. Sabar, tertib dan disiplin adalah alasan mengapa do’i memilih Pak Bagio sebagai guru favouritenya. Menarik serta penuh persaingan ketika menuntut ilmu, adalah kesan yang ditangkap do’i terhadap SMP 6 Jember. Lebih lanjut do’i berpesan agar jangan mau kalah berprestasi dan berkreasi dengan sekolah favourite yang lainnya. Cowok hitam manis ini menilai bahwa ada beberapa guru yang sifatnya kurang sabar, akan tetapi kalau masalah mengajar mudah untuk di pahami. Setidaknya begitulah kesannya terhadap sebagian guru. Oleh sebab itu do’i berharap agar supaya semua guru di SMP 6 Jember lebih sabar dalam membimbing murid-muridnya menjadi lebih tertib dan cerdas. Walaupun sifat dari semua temannya berbeda-beda, tetapi semua itu tidak mempengaruhi persahabatan mereka. Itulah kesan terhadap temen-temen sekolahnya. Selanjutnya do’i berpesan terhadap seluruh teman sekolahnya agar jangan sampai terjerumus ke dalam pergaulan bebas. Kreatif dalam setiap penerbitannya adalah kesan yang diberikan untuk Majalah Keris Sena dan terakhir do’i berpesan agar Majalah Keris Sena terus maju, terus berkreasi dan berkarya. Semoga sukses di tahun-tahun yang akan datang, harapnya.

Profil kedua kita kali ini adalah dara kelahiran Jember 07 Agustus 1993. Gadis yang senantiasa berpenampilan energik ini mempunyai nama lengkap yang cukup panjang. Namanya adalah Restu Ayu Sri Agustin Raharjaningtyas. Nah panjang beneran kan, tapi ga usah pusing untuk menghafalkanya. Cukup panggil saja dia Restu atau Meyenk, pasti dia akan menoleh dengan senyumnya yang khas. Mengingat banyak diantara temen-temennya yang unik, Ketua Redaksi dari Majalah Keris Sena ini bercita-cita ingin menjadi seorang psikolog. Mungkin ini ada hubungannya dengan hobby yang ia geluti selama ini. “..baca koran, ngoleksi berbagai temen dari berbagai macam spesies..”ungkapnya. Tuuh… aneh kan..?!?? Walaupun mempunyai kebiasaan yang aneh, dia tetaplah anak yang baik, sebab kenapa, kegiatan rutinitas di rumah adalah bersih-bersih rumah. Kinclong bo’… Gadis yang memilih olahraga Basket, Bulu Tangkis, Jogging, Barbell ini sebagai olah raga favouritenya, dia paling tidak suka tidak dihargai. Makanya jangan koleksi yang aneh-aneh donk, biar orang ga takut ke lo..(red). Ayam adalah binatang favourite yang paling ia tidak suka. “…aku paling takut ma ayam..”katanya. Kalau dagingnya gimana…???
Semua mata pelajaran disukai oleh gadis jangkung ini. Biologi dan Komputerlah yang menjadi pelajaran favoritenya. “…belajar biologi itu menantang dan seru”.ungkapnya. lebih jauh do’i menjelaskan “…pelajaran komputer merupakan hal mutlak yang harus ada saat ini, jika tidak ingin berpredikat sebagai GAPTEK”. Akan tetapi bila dihadapkan dengan mata pelajaran eksakta, otaknya agak sedikit lemot, tanpa ragu do’i akui kelemahannya.
Bu Sumiati adalah pilihan guru favouritenya. “…beliau adalah guru yang disiplin, sabar dan pengertian. Satu hal lagi, Bu Sum adalah satu satunya guru yang unik di SMPN 6 Jember..”katanya. Guru favourite lain yang mengikat hatinya adalah Bu Umi dan Bu Turi. Do’i memilihnya karena baliau merupakan sosok guru yang patut dijadikan tauladan. Karena kesabaran, keuletan dan semangatnya membuat beliau menjadi sosok guru yang amat menyenangkan.
Ketika dimintai pendapat tentang kesan dan pesan untuk sekolah ini, do’i sangat senang karena ditempat inilah do’i menjalani metamorfosa dari masa kanak-kanak menuju remaja. Dalam pesannya ia berharap semoga SMPN 6 Jember ini selalu jaya, semoga tahun ini bisa mendapatkan gelar SSI dan bisa masuk dalam Top Five Sekolah yang menjadi impian seluruh siswa-siswi serta kalau bisa, contoh system pendidikan di Finlandia. Sangat bangga akan kesempatan, perhatian dan dukungan adalah kesan yang ditangkap oleh do’i terhadap semua guru. “…beliau adalah inspirator bagi saya untuk mengukir prestasi lebih banyak lagi”.katanya. Mohon do’a restu agar supaya sukses menjalani hidup adalah pesannya yang diharapkan dari para guru. Tak lupa temen-temen pun dapat bagian kesan dan pesan itu. Baginya, tidak bisa dilukiskan untuk menggambarkan rasa senangnya karena telah mendapatkan temen yang konyol, nyenengin dan sangat perhatian sama do’i. Pesannya, jalani hidup dengan seimbang, jangan sampai lebih mementingkan pacaran daripada UAN. Yang terpenting adalah lulus UAN dengan nilai yang bagus. “…selalu ingatlah bahwa kalian pernah punya temen bernama Restu yang sangat sayang ma kalian”ungkapnya. Terakhir do’i berpesan pada majalah Keris Sena ini, “terus berjaya, lawan kondisi segenting apapun, Restu siap mendukung dan melestarikan Keris Sena. Semangat!!!”. Sedangkan kesan untuk majalah Keris Sena, do’i menjelaskan bahwa di Keris Sena sangat mengasyikkan karena dapat merasakan bagaimana bekerjasama dengan sedikit dukungan. “…Pak Nurul, Bu Sulis dan Pak Bagio serta crew Keris Sena adalah orang-orang yang patut diacungi jempol….”ungkapnya bangga.

Profil kita yang satu ini adalah Rian Cahya Saputra atau lebih akrab di panggil Moe bagi temen-temen sekolahnya. Cowok kelahiran Jaya Pura, 18 April 1993 ini merupakan kepala suku dari kelas IX E. Menjadi polisi adalah cita-cita yang telah lama do’i impikan. Bermain game adalah hobbinya, sehingga jangan salah bila mendapati do’i sedang asyik bermain-main dengan game di rumahnya, karena memang kegiatan kesehariannya bermain PS. Walau seneng akan bermain game, bukan berarti do’i males tuk belajar. Do’i mengikuti les Bahasa Inggris untuk menunjang keberhasilan studinya. Dijauhi temen-temen dan dimarahi orang tua adalah hal yang tidak disukai oleh cowok yang pernah meraih juara II dalam acara pemilihan Putra-putrai SMP 6 Jember ini. Bermain bola adalah olah raga yang menjadi favouritenya sedangkan mata pelajaran yang menjadi favouritenya adalah Bahasa Inggris. “…walaupun sulit tetapi menyenangkan”katanya. Pak Nanang adalah guru yang telah mampu mengambil hatinya, sehingga do’i memilih beliau sebagai guru favouritenya. “..orangnya dekat dan gaul dengan siswa”ungkapnya.
Kesannya, SMP 6 Jember telah memberikan pengalaman yang paling indah, selanjutnya do’i berpesan agar supaya SMP 6 Jember ini menjadi sekolah yang dikenal oleh masyarakat luas se Indonesia. Adapun kesan terhadap guru yang pemarah do’i beserta temen-temen yang lain akan tetap menyayangi guru yang bersangkutan. “semoga guru yang mengajar kelas IX harus sabar dalam menghadapi murid yang banyak masalah, terutama masalah nilai” pesannya. Kesan yang ditangkap dari seluruh temen-temennya, bahwa temen-temen di SMP 6 Jember ganteng-ganteng dan cantik-cantik namun banyak yang nakal serta banyak pula yang alim, akan tetapi dengan keanekaragaman semua itu menjadi kesan yang indah baginya. “Semoga tahun ini semua kelas IX dapat lulus 100% dan untuk adik-adik supaya tidak tinggal kelas…..”pesan dan harapannya. Sedangkan untuk Keris Sena, cowok ganteng yang senantiasa serius ini berpesan supaya Keris Sena tambah sukses dengan selalu menampilkan rubrik-rubrik yang menarik.

DETEKSI EDISI 2

edisi 2

GURU FAVORITE DAN MATA PELAJARAN FAVORITE

Menjadi seorang guru bukanlah perkerjaan mudah, selain harus menguasai keilmuan guru juga dituntut menjadi sosok tauladan yang sangat mempengaruhi kejiwaan siswanya, bahkan ada sebuah istilah “guru itu digugu dan ditiru” atau istilah lain “kalau guru kencing berdiri maka

murid kencing berlari” . Adalah merupakan simbol bahwa seorang guru memegang amanah sosial yang sangat tinggi. Di zaman modern seperti sekarang ini istilah “guru” seperti pada istilah di atas bukan lagi menjadi sebuah pedoman, tak jarang saat ini malah kita kesulitan mencari sosok guru yang tergambar dalam sebuah cerita si Umar bakri. Padahal lewat peraturan Peraturan pemerintah R.I Nomor 19 Tahun 2005 Tentang “STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN” Bab IV mengenai Standart Proses pada Pasa 19 ayat 1 yang berbunyi “Proses pembelajaran pada satuan pendidikan diselengarakan secara interaktif, isnpiratif, menyenangkan, menantang, memotifasi, peserta didik untuk berpartisipasi aktif , serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreatifitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psykologis peserta didik”. Hal ini Menuntut seorang guru bukan hanya profesional melainkan juga sosok yang meyenangkan dan sumber inspirasi bagi siswa-siwinya.
Menjadi seorang guru yang ada di hati setiap siswa-siswinya adalah pekerjaan yang lebih sulit lagi melebihi profesi guru itu sendiri. Bukan rahasia lagi bahwa seorang guru tidak bisa hanya berbekal keilmuan yang diperolehnya dalam kuliah saja namun lebih dari itu menjadi seorang yang bijaklah yang ternyata menjadi senjata paling ampuh untuk menarik simpati para muridnya hal ini terbukti bahwa bukan jaminan bahwa sekolah yang tinggi, S1, S2, S3 sekalipun yang mampu merebut hati murid. Menjadi guru yang diidolakan atau terfavourite adalah sebuah amanah ganda selain menjadi profesi guru itu sendiri karena untuk menjadi idola memerlukan upaya yang beda dengan biasanya, namun terlepas dari itu menjaga amanah guru terfavourite ternyata lebih sulit lagi karena bagaimanapun juga menjaga lebih sulit dari memperoleh atau mendapatkannnya.
Dengan motivasi meningkatkan kualitas guru dan memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada bapak dan ibu guru, dan tanpa sedikitpun niat untuk melecehkan atau niat negatif lain, majalah Keris Sena bekerja sama dengan Mahasiswa PPL Unej 2008 mengadakan poling Guru Favourite sekaligus Mata Pelajaran Favourite.

INTERAKTIF EDISI 2

Banyak sekali perasaan yang menggambarkan rasa tidak percaya, bingung dan sebagainya yang diperlihatkan oleh bapak dan ibu guru mata pelajaran Matematika ketika disampaikan bahwa Mata pelajaran Matematika memperoleh ranting paling tinggi sebagai Mapel yang sangat di Favoritekan di SMP 6 Jember. Hal ini sangat wajar karena

Matematika selama ini merupakan pelajaran yang menjadi momok bagi siswa.
Dengan hasil ini Bapak ibu guru Mapel Matematika berhasil membuktikan kepada semua kalangan bahwa Mito situ kini sudah berkhir.
Tentunya bukan perkara mudah untuk membuktikan dan menjadikan Matematika menjadi pelajaran Favourite di SMP 6 Jember. Hal ini tentunya terdapat kiat dan strategi khusus lainnya atau upaya-upaya yang telah di rangkai oleh bapak dan ibu guru Mapel Matematika ini menjadi jurus jitu.
Nah lewat rubrik Interaktif ini kita akan mengetahui bersama seperti apa Pahlawan-Pahlawan kita ini: Pak Saleh, S, Pd. (guru matematika kelas….) Bu Diana,…( guru matematika kelas….), Bu Wiwin (guru matematika kelas….) dan bu Wiwik (guru matematika kelas….).

P.Saleh
Setelah dilakukan Polling, Mata pelajaran bapak mendapat rangking paling banyak di sukai anak anak, Bagaimana komentar bapak?
Tidak terlalu kaget, Karena kami berempat sebagai sesama guru matematika selalu berkomunikasi agar dapat memberikan yang terbaik bagi anak-anak.

Bagaimana perasaan bapak setelah mengetahui bahwa mata pelajaran Matematika banyak di sukai di SMP 6?
Saya senang dan sekaligus menjadi tantangan bagi saya untuk meningkatkan kemampuan diri.

Kira-kira apa yang menyebabkan siswa-siswi suka mata pelajaran Matematika?
Mungkin penampilan dari para guru yang ada di smp 6 ini, ketika mengajar menggunakan teori-teori belajar mengajar yang selalu relevan dengan kondisi siswa

Bagaimana upaya bapak untuk membuat anak-anak menyukai pelajaran Matematika?
Seringkali mengingatkan pada siswa bahwa pelajaran matematika bukanlah pelajaran yang sulit jika anak-anak tekun dan serius.

Hal apa kah yang sering bapak temukan pada saat pemberian materi dikelas yang membuat bapak terkesan?
Kesan yang ada yaitu, jika kita mengajar dengan menggunakan media yang memadai, maka anak-anak akan belajar lebih giat lagi.

Kesulitan apakah yang sering bapak temukan pada saat memberikan materi pelajaran?
Kesulitannya yaitu, ketika masuk kelas atau ketika mengajar tidak menggunakan media secara maksimal

Bagaimana tanggapan bapak mengenai fasilitas yang tersedia di sekolah ini?
Fasilitas yang ada perku ditingkatkan.

Kesan/Pesan kepada sekolah dan siswa-siswi SMP 6 Jember:
Pesan kepada sekolah: Saya berharap kepada seluruh komponen yang ada di sekolah, hendaknya menomorsatukan kemajuan belajar anak-anak untuk mencapai prestasi yang maksimal, baik di bidang intrakulikuler dan juga ekstrakulikuler.
Pesan kepada siswa: Dengan fasilitas dan guru yang berkompeten, hendaknya digunakan semaksimal mungkin untuk meningkatkan prestasi belajar dan belajarlah lebih giat lagi agar dapat meraih prestasi

BU wiwin
Setelah dilakukan Polling, Mata pelajaran Matematika mendapat rangking paling banyak di sukai anak anak, bagaimana komentar ibu?
Saya berterima kasih karena pelajaran matematika yang paling disukai, karena selama ini yang tertanam dalam benak siswa pada umumnya adalah pelajaran matematika adalah “momok” bagi siswa.

Bagaimana perasaan ibu setelah mengetahui bahwa matematika banyak di sukai di SMP 6?
Sangat bersyukur berarti upaya saya berhasil untuk mata pelajaran matematika tidak menjadikan anak takut justru sebaliknya. Dan itu membuat saya tambah bersemangat untuk melatih anak-anak khususnya dalam pelajaran matematika.

Kira-kira apa yang menyebabkan siswa-siswi suka mata pelajaran matematika?
Saya kira anak-anak bisa menilai, bagaimana penampilan bapak/ibu guru pada saat mengajar, atau pada saat berada di kelas, bagaiman guru itu tidak membosankan, menjenuhkan, justru guru itu bisa membuat anak-anak krasan tinggal berlama-lama di kelas apalagi penampilan guru yang penuh variasi sehinnga anak-anak merasa senang dan nyaman jika kita berada di kelas sehingga waktu di kelas yang 3 jam tersebut sepertinya hanya sebentar saja.

Bagaimana upaya ibu untuk membuat anak-anak menyukai pelajaran bapak/ibu?
Kadangkala anak itu melihat siapa yang mengajar, jika pribadi yang mengajar menyenangkan otomatis mereka menyukai pelajarannya. Meskipun itu pelajran matematika, tetapi kalau kita mengajar secara professional pasti anak itu merasa suka dengan mata pelajaran kita. Dalam hal ini apalagi dalam system KBK. Anak-anak berikan kebebasan dalam berpendapat dan apapun hasil karya anak harus kta hargai tidak boleh dicemooh meskipun kadangkala kurang sempurna

Hal apa kah yang sering ibu temukan pada saat pemberian materi dikelas yang membuat ibu terkesan?
Dalam pemberian materi, siswa yang sudah bisa, saya beri kesempatan untuk memberitahu yang belum memahami, jadi di sini anak-anak berkelompok dan bekerja sama sehingga di kelas tersebut siswa yang belum bisa berusaha untuk sejajar dengan teman yang sudah bisa dengan kita beri motivasi dan semangat agar anak-anak berusaha untuk selalu belajar.

Kesulitan apakah yang sering ibu temukan pada saat memberikan materi pelajaran?
Saya kira kesulitan itu tegantung situasi kelas masing-masing. Jadi kita harus pandai-pandai agar anak-anak tidak merasa sulit untuk memahami apa yang kita sampaikan.

Bagaimana tanggapan bapak/ibu mengenai fasilitas yang tersediah di sekolah ini?
Cukup, tapi untuk lab matematika harusnya ada, untuk memperlancar KBM.

Kesan/Pesan kepada sekolah dan siswa-siswi SMP 6 Jember:
Kesan saya anak-anak sudah cukup dekat dengan kita, hanya anak-anak kurang digunakan dengan sebaik-baiknya. Pesan saya untuk siswa janganlah lupa belajar setiap hari harus ada waktu untuk belajar karena tugas dan tanggung jawab sebagai siswa adalah “ belajar “ dan harus mempunyai semboyan tiada hari tanpa belajar.

BU diana
Setelah dilakukan Polling, Mata pelajaran ibu mendapat rangking paling banyak di sukai anak anak, Bagaimana komentar ibu?
Bagaikan sebuah mimpi di siang bolong . Semoga mereka memang benar – benar suka dan bukan khayalan untuk menyenangkan guru . Saya harap berawal dari suka bisa meningkatkan prestasi belajar mereka pada pelajaran matematika.

Bagaimana perasaan ibu setelah mengetahui bahwa mata matematika banyak di sukai di SMP 6?
Sangat , sangat, sangat , dan sangat senang

Kira-kira apa yang menyebabkan siswa-siswi suka mata pelajaran Matematika?
Mungkin karena suasana belajar yang menyenangkan dan mungkin karena siswa merasa mudah memahami apa yang disampaikan guru juga mungkin image guru matematika galak sudah mulai menghilang atau mungkin juga penampilan gurunya menyenangkan .

Bagaimana upaya ibu untuk membuat anak-anak menyukai pelajaran Matematika?
Selalu memberi penghargaan pada siswa yang mempunyai kemauan untuk mengerjakan soal tanpa melihat hasil akhir dan Antar guru matematika selalu saling memberikan saran dan kritikan

Hal apa kah yang sering ibu temukan pada saat pemberian materi dikelas yang membuat ibu terkesan?
Kalau ada siswa bisa menjawab soal yang sulit dengan sempurna, kalau ada siswa mempunyai kemampuan kurang bisa menyelesaikan soal dengan mudah, Kalau semua siswa di kelas memiliki antusias yang sangat tinggi terhadap pelajaran.

Kesulitan apakah yang sering ibu temukan pada saat memberikan materi pelajaran?
Mencari bahasa yang tepat untuk siswa-siswi agar mudah dipahami, juga mencari atau menyiapkan media yang sesuai dengan materi

Bagaimana tanggapan ibu mengenai fasilitas yang tersedia di sekolah ini?
Fasilitas sudah cukup . Hanya mungkin pemeliharaan fasilitas yang sudah ada perlu ditingkatkan

Kesan/Pesan kepada sekolah dan siswa-siswi SMP 6 Jember:
Kesan saya sangat senang di SMP 6 karena siswa–siswinya masih bisa menghargai bapak ibu gurunya. Dan pesan saya untuk semua komponen SMP 6 Jember, marilah kita jaga kebersihan sekolah kita, terutama untuk siswa–siswinya menjaga kebersihan lingkungan kelas .

Bu WIWIK

Setelah dilakukan polling, mata pelajaran ibu mendapat rangking paling banyak di sukai anak anak, Bagaimana komentar ibu?
Saya patut bersyukur, mudah-mudahan ini bukan mimpi dan tidak hanya menyenangkan guru pengajarnya.

Bagaimana perasaan ibu setelah mengetahui bahwa mata pelajaran matematika banyak di sukai di SMP 6?
Sebagaimana manusia biasa tentu saja perasaan saya campur aduk, bangga, senang, terharu dsb, sampai tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata.

Kira-kira apa yang menyebabkan siswa-siswi suka mata pelajaran Matematika?
Mungkin kesadaran dari siswa itu sendiri yang merasa bahwa pelajaran ini tidak perlu ditakuti tapi merupakan tantangan yang harus dihadapi atau mungkin suka ya…..pada gurunya kali….

Bagaimana upaya ibu untuk membuat anak-anak menyukai pelajaran Matematika?
Dengan cara menanamkan konsep berani bertanya dan banyak mencoba, jangan takut salah. Belajar dari kesalahan akan tahu dimana letak kebenaran.

Hal apa kah yang sering ibu temukan pada saat pemberian materi dikelas yang membuat ibu terkesan?
Jika anak-anak diterangkan atau dijelaskan semua memperhatikan dan cepat bisa menangkap pelajaran dengan baik dan berani untuk menjawab pertanyaan meskipun masih salah atau benar yang penting anak-anak sudah ada perhatian pada pelajaran itu.

Kesulitan apakah yang sering ibu temukan pada saat memberikan materi pelajaran?
Jika anak-anak sulit untuk menerima konsep dasar sehingga kita harus menjelaskan lagi.

Bagaimana tanggapan ibu mengenai fasilitas yang tersedia di sekolah ini?
Cukup memadai.

Kesan/Pesan kepada sekolah dan siswa-siswi SMP 6 Jember:
Kesan : sangat bangga, terharu dan lain sebagainnya, semoga pelajaran ini memang benar-benar di sukai oleh siswa. Pesan : Jangan takut salah jika kamu ingin sukses, belajarlah coba dan coba lagi sampai berhasil.

Interaktif guru Favourite

PUISI edisi 2

Harapanku padamu…
karya:
Arum_sedayu@yahoo.com

Di tatap matamu aku titipkan asahku
Di tanganmu kutitipkan karya yang belum terlahir
Pada langkahmu kutitipkan ….
Pengembaraan yang tak tertuntaskan..
Pada setiap teriakanmu kutitipkan berjuta harapku,
yang belum juga tersampaikan.
Pada setiap bisik lirih suaramu …
Kutitipkan mantra yang terus mendoakanmu
Pada setip helai nafasmu..
Kutitipkan sebagian dari hidupku
Di hatimu…..
Ku titipkan semua harapan lurus
Yang amanah tanpa tipu daya
Banyak harapku padamu…
guruku…

Dia ….
rizky_agung@yahoo.com

Dia adalah tokoh yang tak lekang waktu
Dia adalah Hero diantara pahlawan pujaan
Dia adalah matahari diantara berjuta bintang
Dia adalah mimpi indah yang nyata dan terus ada
Dia adalah renungan tanpa batas…
Dimatanya melukiskan telaga yang indah dan sejuk
Yang mengalirkan air mata yang tulus
diantara kesedihan dan kebahagiaan
Dia adalah Rentangan tangan yang siap mendekapku
Kapan saja baik suka dan dukaku
Dialah…waktu yang tak pernah sedetikpun meninggalkanku
Dialah Matahari yang sekaligus bulan bagiku
Dia adalah luapan kata dan puja yang tak tergambarkan…
Dia adalah kesempurnaan dari makna arti cinta
Dia adalah darah yang mengalir diantara persendianku
Dia adalah hirupan nafas yang memberiku hidup
Dia adalah kisah yang tak akan bosan aku ceritakan
Dia adalah….Engkau Ibu…Ibu…Ibu
Tempat dimana Tuhan meletakkan surga di kakimu

PUISI UNTUKMU
By. Ayu’Q 8C

Disaat sang sinar mulai meredupkan cahaya
Bintang pun kebingungan mencari
Penyebab meredupnya cahayamu
Tapi bintang pun tak jua…..
Menemukan penyebab keredupan itu
Bintang pun mulai khawatir
Bintang takut jika harus
Menerima kenyataan
Sang sinar telah menemukan
Bintang baru
Bintang yang lebih terang

Disalah satu sisi……
Mulai ada sinar baru
Yang mulai menawarkan sinarnya
Untuk menemani kesendirian bintang
Tetapi, sinar yang ditawarkan
Tak seterang sinar
Yang menemani bintang selama ini

PENGHIANATAN JANJI
By. Qorinah 9C

Terlalu jauh aku melangkah
Mencari hatimu yang bukan kini
Mencari jiwamu yang tak seperti saat ini
Mencari ragamu yang tak seegois ini

Tak seperti dulu, itulah dirimu kini
Menempatkan sesuatu hal yang terkunci di belakangku
Jauh berbeda, itulah hatimu kini
Ingkari janji yang telah lama kau patri

Munafik hanya itu gelar yang pantas untukmu
Diantaranya kenyataan yang tak pernah kau akui
Mungkin terlalu perih setiap tuturku
Namun sang pengecut pun lebih baik darimu

PERUNGGU NO.I
By. Melia Handayani

Aku menggenan bintang dalam khayalku
Menjadikannya mahkota
Yang membuat seisi dunia cemburu
Namun sesungguhnya…..
Hanya ada perunggu dalam genggamku

Kadang orang menganggapku seperti ratu
Namun nyatanya…..
Aku hanyalah gembala yang bertahta
Di atas batu

Namun…..
Aku tak mau
Menjadi orang yang semakin di buang orang
Aku harus menjadi perunggu No.I
Yang selalu menyemai rindu

CERPEN edisi 2

Bunga Untuk Mira
ronaldinho_rohim@yahoo.com

Hujan turun begitu lebat, teman-teman mengurungkan niatnya ketika hendak menerobos hujan, hal ini disebabkan hujan turun semakin lebat, apalagi angin bertiup begitu kencang. Aku memutuskan untuk nimbrung, singgasana pak timbul alias pos satpam sekolah karena kebetulan disitu banyak teman-teman lagi ngrumpi sambil menunggu hujan reda.
Tiba-tiba

pandanganku tak sengaja melihat adhi yang duduk sendiri di teras mushola, wajahnya nampak murung padahal adhi dikenal sebagai anak yang ramai alias doyan ngomong ples mbanyol. Sesekali ia memainkan HP-nya seolah mencari-cari nama atau nomor yang tersimpan didalam memori.
Dengan segera aku datangi adhi sahabatku, “hoi sam lagi apa?” tanyaku sambil menyebut nama pangilan khususku padanya. “hei, g ada cuman nunggu hujan reda aja” jawabnya singkat tanpa menoleh kearahku. “Sory Sam, aku perhatikan akhir-akhir ini kamu banyak merenung, ada apa…kenapa?” Tanya ku. “Entahlah Dim, aku sendiri bingung, nggak seperti biasanya perasaanku seperti ini” jawabnya dengan menghela nafas panjang. “Oya Dim, gimana kabar si Mira” lanjutnya. “Wah, kamu kok tanya aku Sam, perasaan kemarin aku lihat kamu ngobrol sama anak baru itu” jawabku enteng. “ya itulah Dim, seharian ini aku tak melihatnya, aku dengar dia tidak masuk ke sekolah, aku takut gara-gara aku dia jadi tidak masuk”. “Emangnya ada apa sampai gara-gara kamu dia nggak masuk ke sekolah” jawabku curiga. “Sebenarnya kemarin itu aku nembak dia, dan hari ini seharusnya dia kasih balasan ke aku” Jawabnya setengah berbisik. “ooo, jadi gitu ceritanya, ya nyantai aja, kali aja dia lagi konsultasi ke teman-temannya kali” jawabku menghiburnya. “Tapi kenapa dia nggak masuk, aku takut sekali Dim, aku takut sekali dia menolak cintaku karena aku sangat menyukainya”. Kata Adhi yang langsung aku sambut dengan tawa terbahak-bahak. “kenapa kamu tertawa Dim”. “aku heran dan gak percaya, buaya darat macam kamu bisa jatuh hati seperti ini, padahal banyak cewek yang bertekuk lutut di kaki play boy macam kamu…ha..ha..ha” jawabku sambil tertawa.
Ke esokan harinya aku masih menemukan raut wajah yang aneh pada Adhi, tidak biasanya dia seperti ini, aku kenal sekali adhi adalah seorang play boy dan tidak menyangka dia bisa gundah gara-gara si Mira. “Gimana Sam, apa kamu sudah ketemu Mira” Tanya ku, “Sudah Dim, tapi dia hanya diam dan membalas pertanyaanku dengan senyumnya yang membuat aku tak berdaya, tolong lah aku Dim”. Jawab dia sambil memasang wajah melas. “Oke Sam aku ada ide, kebetulan besokkan hari valentine, gimana kalau kita kasih dia bunga” usulku. “wah aku malu Dim..!” jawab Adhi spontan. “Malu katamu, apa aku tidak salah dengar, buaya darat malu sama cewek” kataku heran. “itulah Dim, mungkin kali ini aku benar-benar jatuh cinta”. Jawabnya sambil menerawang “waduh, ini namnya play boy jatuh cinta hehehehe…” kataku sambil mentertawakan gelagat Adhi yang lain dari biasanya. “Ok tenang aja…besok aku yang akan memberikan bunga padanya buat kamu”. “terima kasih ya Dim kamu teman yang baik” balas Adhi kegirangan.
Hari Valenite telah tiba, ini adalah hari yang sangat ditunggu-tunggu, aku telah menyiapkan bunga yang aku petik di pingir jalan mandiri land. Aku menunggu sampai Mira keluar dari kelas, namun hari itu dia begitu betah sekali di kelas akhirnya aku meminta bantuan Tiwi untuk menyerahkan bunga dari Adhi untuk Mira. Dari jauh aku dan Adhi melihat Mira menerima bunga yang di sodorkan Tiwi, tampak wajah bahagia berhias diwajah Adhi ketika Mira mencium bunga tersebut. “Dim, aku sudah tidak tahan lagi gimana kalau kita menemuinya hari ini, aku ingin tahu perasaannya padaku”. Ajak Adhi sambil menarik tanganku. “Eh..Sam kamu g salah tah, masak kita yang menemuinya, harusnya kamu sendiri yang menemuinya masak sama aku” jawabku menolak. “Oke, aku akan menemuinya sekarang, doakan ya” kata Adhi lalu bergegas menuju Mira.
“Mira…, maaf mengganggu, boleh aku tanya sesuatu ke kamu” tanya Adhi dengan menatap tajam ke mata Mira. “Iya, silakan” jawab Mira singka,t dengan lembut dan seyum yang membuat hati Adhi seperti runtuh. “Apa kamu menerima aku jadi pacarmu”. Kata Adhi dengan tatapan penuh harap. Sejenak waktu terdiam, Adhi terus menatap mata Mira dengan tatapan burung elang yang tajam. “Maaf Adhi, bukanya aku tidak mau menerima kamu jadi pacarku, tapi kamu terlambat”. Jawab Mira sambil menatap paksa mata Adhi. “Apa maksudmu terlambat Mira, apa kamu sudah punya pacar”. Tanya adhi penasaran. “Maafkan aku Adhi…, karena dua hari yang lalu aku telah mengakhiri kesendirian ku karena telah ada pria yang telah mengisi hatiku dan aku juga mencintainya, maafkan aku” jawab Mira berusaha mencairkan suasana yang tegang. “benarkah ini Mira, kalau boleh tahu siapakah dia pria yang beruntung itu, apa dia juga di sekolah ini?”. Tanya Adhi memelas. “benar, dan baru saja dia menitipkan bunga ini padaku”. Jawab Mira sambil menunjukan bunga pemberian Adhi yang kontan saja membuat hati Adhi berdetak lebih kencang diantara percaya dan tidak percaya. “Apakah arti semua ini Mira” tanya Adhi bingung. “Iya, ini adalah bunga pemberian cowokku, meski tidak mahal namun begitu dalam artinya bagi ku”. Jawab Mira sambil mencium dan mendekap bunga pemberian Adhi. “Apa itu artinya kamu menerima cintaku Mira?” tanya Adhi dengan mata berbinar. “Maaf Adhi aku harus mengulang perkataanku kembali bahwa aku sudah mempunya kekasih”. Jawab Mira sekali lagi. “Tapi apa arti dari bunga pemberianku itu” Tanya Adhi bingung. “Apa maksudmu dengan Bunga Pemberianmu” Balas Mira lebih bingung lagi.
Adhi menoleh kearah Tiwi dan bertanya “Apa yang kamu katakan pada Mira ketika memberikan bungaku tadi Tiwi?” “Aku gak ngomong apa-apa dhi, aku hanya bilang bunga itu dari Adim untuk Mira,… kan benar bunga tadikan titipan Adim, kan kamu juga ada di situ tadi”. Jawab Tiwi santai yang membuat Adhi dan Mira kebingungan. Ternyata terjadi salah paham diantara mereka. “Mira…Apa itu berarti, cowok yang special bagimu itu adalah Adim…?” Tanya Adhi memastikan. “Benar…, dua hari yang lalu kita sudah jadian”. Jawaban Mira yang laksana petir disiang hari bagi Adhi. Adhi berlari menemuiku. “Apa maksudmu Dim, kamu sengaja mempermainkan aku, kenapa kamu tidak bilang kalau Mira adalah pacar kamu”. Kata Adhi sambil menarik bajuku. “Maafkan aku Sam, bukanya aku mempermainkan kamu, tapi aku tidak ada kesepatan untuk menjelaskannya padamu. Tapi jujur saja aku akan merelakan Mira apabila kamu sunguh-sungguh mencintainya dan Mira juga menyukaimu, Aku sudah cukup bangga kok asal melihat kamu berubah tidak play boy lagi dan menemukan kebahagian” Jawabku. “Tapi bukan begitu cara nya Dim, kamu sudah sering kali berkoraban demi aku. Jangan kamu korbankan kebahagianmu untuk aku”. Kata Adhi sambil memelukku. “Terima kasih Sam karena kamu mau mengerti aku”. Ungkapku lega. “Sudahlah Dim, jangan di bahas lagi sekarang cepatlah temui Mira, berikan kembali bunga ini, bunga yang patas kamu berikan untuk Mira, Meski bunga di tepi jalan namun begiru besar nilainya bagi Mira karena cinta sejatinya yang memetinya”. Ungkap Adhi dan meninggalkan aku. “Oya dim, tolong cium dia atas nama aku, biar kau juga merasakannya meski lewat khayalanku” teriak Adhi sambil berlari meninggalkanku, dasar buaya darat gerutuku.

Previous Older Entries