KAMA MUTIARA

” Manusia tidak akan pernah bisa melanggar hukum2 TUHAN, tanpa cepat atau lambat menerima konsekuensinya….”

Lydia Maria Child = sastrawan dr Massa Chuttes

” setiap hari sikap diam telah menelan para korban, memilih untuk hanya berdiam, adalah penyakit yang mematikan…. ”

Natalia Ginzburg = budayawan dan pengamat sosial Italia

” manusia adalah makhluk sentimentil, leih menyukai perkataan yang baik meskipun sedikit, daripada uang jutaan dolar, tapi diberikan dengan cara yag dapat melukai perasaan ”

Gamal Abdell Nasser = presiden Mesir ( 1954-1970)

” saya mencitai kehidupan, tetapi saya tidak takut akan kematian. betapapun sebisa mungkin saya lebih suka meninggal paling belakangan ”

Geoges Si menga = pencipta karakter detektif fiksi inspektur maigrel

” seseorang akan menjadi sosok yang jenius ketika dia memimpikan sesuatu ”

Akira Kurosawa = sutradara te

Iklan

OPINI

“Jadilah Diri Ananda Sendiri”
*Nurul Sariyono

Teman akrab saya Susilo Hariyanto pernah menulis corat-coret pada sebuah buku kuliahnya bahwa dia bingung mau jadi apa. Dia sedih karena sepertinya tidak ada seorang pun yang memperhatikan dia apalagi seorang cewek. Padahal dia memiliki

semuanya, ia cakep, badan atletis, genius, menguasai semua jenis olahraga, bahkan dia seorang ketua Senat. Memang masa-masa remaja, masa-masa kuliah merupakan masa dimana seseorang berusaha menemukan arti hidupnya, dan mau jadi apa dia nantinya. Dan ini adalah salah satu keputusan penting yang harus dilalui oleh seseorang dalam hidupnya.
Dr. James Gordon Gilkel mengatakan bahwa sesungguhnya dalam sejarah kehidupan manusia, ambisi untuk membentuk diri seperti apa adanya akan memperpanjang usia. Sama halnya dengan problem tidak punya ambisi untuk membentuk diri sebagaimana adanya merupakan sumber bagi terjadinya banyak ketegangan dan komplikasi psikologis.
Seorang ahli yang lain mengatakan bahwa eksistensi ananda merupakan sesuatu yang lain, tiada seorang pun yang serupa dengan ananda dan ananda pun tidak serupa dengan orang lain. Sesungguhnya Tuhan yang Maha Pencipta telah memberikan keistimewaan kepada masing-masing diantara makhluk ciptaan-Nya. Allah SWT telah berfirman : “Sesungguhnya usaha kamu memang berbeda-beda.” (QS 92:4)
Angelo Battero telah menulis tiga belas buku dan ribuan artikel seputar Melatih dan Membina Bayi. Ia mengatakan bahwa tiada seorang pun yang lebih sengsara daripada seseorang yang menginginkan tidak menjadi diri, jasad dan pemikirannya sendiri.
Allah SWT telah berfirman yang artinya : “Allah telah menurunkan air (hujan) dari langit, maka mengalirlah air di lembah-lembah menurut ukurannya.” (QS 13:17)
Masing-masing orang mempunya sifat, bakat dan kemampuannya masing-masing. Oleh karena itu, janganlah seesorang meleburkan diri untuk menjadi orang lain.
Sesungguhnya kita diciptakan dengan dibekali bakat tertentu agar kita dapat menunaikan pekerjaan tertentu pula seperti pendapat kebanyakan orang, ”Perhatikan diri ananda dan kenalilah apa yang sudah ananda kerjakan.”
Emerson dalam makalahnya seputar Percaya Diri mengatakan bahwa pada suatu saat pengetahuan manusia akan mencapai suatu keyakinan yang menyatakan bahwa sikap iri merupakan tindakan yang bodoh dan sikap menjiplak oranglain adalah tindakan bunuhdiri. Manusia akan menyadari bahwa dirinya harus menjadi dirinya sendiri, apapun kondisinya, sebab itulah nasibnya.
Meski dunia ini dipenuhi dengan segala sesuatu yang ideal, tetap saja untuk mendapatkan sebutir biji, harus menanamnya terlebih dahulu dengan mengolah lahan yang disediakan untuknya. Kekuatan yang tersembunyi dalam diri merupakan hal yang baru di alam ini. Tiada seorang pun yang mengetahui sejauh mana kemampuannya, kecuali bila telah mencobanya.
Dan benar nasehat sahabat lama saya Iim Amsori ketika melihat saya putus asa “Apapun Yang Terjadi Maka Jadilah Diri Kamu Sendiri” katanya sebelum pergi jauh ke Cirebon kampung halamannya, meninggalkan kami teman-teman kuliahnya.

Cerpen

Persahabatan dan Cinta
“Elegi hari Lepas Pisah”
By. Dhita dae Alumni SMP 6 Jember 2006/2007

Jam sudah menunjukkan pukul 8.00, acara segera dimulai namun sedari tadi aku mencari Gian tak juga tampak, padahal pada acara perpisahan ini, ia dan kelompok bandnya di jadwalkan tampil sebagai band pertama yang tampil pada acara lepas Pasrah siswa kelas 3 di sekolahku.
“Firdaus apa kamu tahu dimana Gian?” tanyaku pada salah satu

sahabat dalam kelompok sahabat kami. “entahlah kita sendiri lagi bingung, sejak tadi sudah mencari kemana-mana tapi gak ketemu, padahal kita sebentar lagi tampil” jawab Firdaus dengan raut panik. “Gian dimana kamu, kami semua mecemaskanmu”. Ungkapku dalam hati. Acara telah dibuka, presenter yang memandu acara telah beberapa kali memanggil kelompok band Gian dan teman-temannya, namun tak juga naik panggung akhirnya digantikan oleh kelompok band yang lain. Teman sekelas mencari Gian yang tiba-tiba hilang seperti ditelan bumi.
Aku keluar gedung aula, entahlah tiba-tiba perasaanku menjadi tidak enak, selalu di bayangku tampak wajah Gian, sahabat karibku, meski aku telah pejamkan mataku, wajahnya terus juga menyapa, bahkan tiap kali aku melihat orang lain selalu terlintas wajah Gian. “Ada apa ini, mengapa wajah Gian terus saja menghantui aku”. Aku terus keluar kearah jalan raya. Tampak olehku di kejauhan diantara beberapa orang yang tengah duduk di sebuah halte aku melihat sosok Gian. Aku mencoba mengusap mataku untuk memastikan panandanganku, ternyata benar Gian ada disana diantara beberapa orang yang sedang menunggu angkutan kota.
“Gian, kenapa kamu ada di sini”. Tanyaku mengejutkan lamunannya. “aku mau pulang”. Jawabnya singkat dan dengan segera beranjak dari tempatnya. “kamu kenapa, bukannya kamu akan tampil di acara lepas pisah hari ini?” tanyaku sengit. “Ditha, aku tak tahan melihat wajah teman-temanku di dalam gedung yang begitu cerianya, padahal mereka tahu kalau hari ini adalah awal dari tananda-tananda perpisahan kita, aku tak tahan”. Aku hanya tertegun mendengar pernyataan Gian. “Gian, bukankah perpisahan ini memang harus terjadi, kita tidak mungkin selamanya bersama menjadi siswa SMP”. Kataku dengan nada menghibur. “Itulah yang sangat menyakitkan, sulit sekali membanyangkan kita semua harus berpisah dan aku tak sanggup melepas perpisahaan ini dengan kegembiraan yang semu”. “Iya, tapi kenapa kamu tiba-tiba jadi cengeng seperti ini, padahal biasanya kamulah yang paling tegar dan kamulah sahabat kami yang selalu memberi kami nasehat disaat kami rapuh”. “Ditha, bukan hanya perpisahaan ini yang membuat aku menjadi rapuh, namun ada hal yang membuatku gelisah dan tak sanggup aku memendamnya semakin lama”. “Apa maksudmu, Gian”. “Apakah kamu telah bangga dengan persahabatan kita ini”. Tanya Gian yang membingungkanku. “Apakah pada persabahatan kita ini telah kau dapati kesempurnaan tanpa celah” sambungnya dengan melangkah pergi meninggalkanku yang semangkin kebingungan. “Gian tunggu, apa maksudmu aku tak mengerti” karena penasaran aku kejar langkah kecil Gian. “Jadi menurutmu diantara persahabatan kita ini ada yang berkhianat ..?, tanyaku dengan nada ketus. Yang dijawabnya dengan anggukkan yang membuatku semakin bingung. “kamu jangan asal menuduh, emangnya siapa diantara sahabat-sahabat kita yang telah mengkhianati persabahatan kita” tanyaku dengan nada berang. “Aku…Aku orangnya yang telah mengkhinati kalian semua, aku yang telah mengingkari komitmen dan perjanjian kita” jawab Gian dan kemudian berpaling dari panandanganku. “Gian..Gian, tunggu, apa maksudmu, aku gak ngerti dengan apa yang kamu bicarakan, tolong jangan pergi dulu”. “Ditha maafkan aku, aku telah mengkhiantai kalian semua, aku telah melupakan janji kita bahwa diantara persahabatan kita pantang memiliki perhatian dan perasaan yang lebih selain persahabatan. Nyatanya aku tak bisa memendam perasaaku bahwa aku telah mencintai seseorang diantara sahabat kita, maafkan aku” ungkap Gian yang membuatku terpaku. “Gian sadarkah kau dengan apa yang kau katakan ini? aku memastikan ketidak percayaanku. “Lalu Siapa, siapakah orangnya yang kamu maksud itu”. “Maaf Ditha aku tak bisa mengatakannya, aku terlalu pengecut untuk mengatakan kebenaran ini, kepadamu dan kepada semua sahabat-sahabat kita”. Jawab Gian. “Gian aku tak menyangka, bahwa selain penghianat kau juga sangat pengecut, aku sangat kecewa padamu, aku kecewa padamu karena kau bukan hanya seorang pengkhianat dan pengecut tapi juga kau orang yang egois dan tak bertanggung jawab, apakah kau sadar dengan keegoisanmu ini kami semua mencemaskanmu bahkan telah membuat teman-teman sekelas mencarimu, aku kecewa padamu lebih dari kau seorang pengkhianat dan pengecut, sekarang silahkan pergi dan larilah dari kenyataan ini, dasar egos” kataku dan meninggalkan Gian yang terpatung.
Dentungan lagu lewat sound system mengalun menghantarkan hari ini, teman-teman yang ada di aula dengan asyik menikmati perayaan hari pepisahan. Di kejauhan sahabat-sahatku telah menunggu. “Gimana Ditha, apa kamu sudah ketemu dengan Gian” Tanya Kiki padaku. “kita tak perlu menunggu pengkhianat itu lagi”. Jawab ku dengan kesal. “eh…emangnya ada apa, kenapa kamu pangil Gian dengan pengecut, apa salah dia” tanya Ferdi seolah tidak terima. “kamu tak perlu membela pengecut itu lagi, ia telah mengkhianati kita dan diapun telah lari dari kita yang telah mencari dan menunggunya di sini, jadi kenapa harus menunggu penghianat itu” jawabku dengan kesal dengan berlinang air mata. Aku tak paham dengan perasaanku, tiba-tiba saja aku sangat kehilangan permata yang telah menghias hari-hariku. Suara musik memecah kemelut, tak terasa acara akan segera usai. “Ditha, aku tak habis pikir, kenapa kamu berfikiran buruk pada sahabat kita sendiri, aku tidak menyangka kau setega itu” sambung Novi. “Ia Dit, kita bersahabat, jadi tidaklah pantas memfitnah orang apalagi Gian itu sahabat kita” ungkap teman-teman hampir bersamaan. Namun secara mengejutkan dari belakang tiba-tiba Gian hadir dan berkata “Ditha benar, memang diantara persahabatan kita ini ada seorang penghianat yang pantas kalian benci yaitu aku”. Semua mata memanandang Gian seolah terhipnotis. “Apa maksudmu Gian, tolong jelaskan pada kami” tanya Firdaus dengan penasaran. “teman-teman, maaf kan aku. Aku telah menkhianati kalian semua, aku melanggar perjanjian yang kita buat dulu bahwa diantara persahabatan kita pantang ada perasaan cinta, aku membohongi kalian semua. Aku telah sekian lama memiliki perasaan pada salah satu cewek di kelompok kita ini, namun aku tak berani menyampaikan perasanku, maafkan aku…”. “Jadi sudah berapa lama kau membohongi kami”. Tanya Ferdi dengan tampang kesal. “Dari sejak kita mengukuhkan persahabatan kita ini, sejak itu aku telah menaruh hati pada …” Gian terdiam ia dan semua mata terpusat padanya dan tiba-tiba. “Dasar pengkhianat…”. (prak) Ferdi dengan kesal memukul wajah Gian “Dasar pengkhianat. Tak kusangka selama ini kamu membohongi kami, lebih baik kamu keluar dari persahabatan kita ini”. “Sabar Fer, kamu jangan emosi, jangan sampai teman-teman lain melihat kita seperti ini, malu kan…!”. cegah Novi. “Aku memang pantas kalian pukul. Dan memang aku tak pantas diantara ketulusan persahabatan kalian” kata Gian dan lalu menatapku, entah mengapa aku terasa gugup melihat tatapannya yang tajam seolah mencabik-cabik hatiku. “Ditha, maafkan aku…, aku selama ini menyembunyikan perasaanku padamu, aku mencintaimu Ditha, tapi aku tidak berharap kau membalas cintaku, karena aku tahu kamu telah mencintai Galih, tapi aku bangga selama ini bisa bersamamu, melihatmu, bersenda gurau bersamamu, meski perasaanmu tidak padaku. Aku telah bangga mencintaimu, namun aku sadar ternyata tindakkanku ini telah menghancurkan banyak hati sahabat-sahabatku” aku hanya tertegun mendengar pernyataan Gian, bukan hanya aku, teman-teman terperangah mendengar pernyataan Gian yang gila. Di tengah ketegangan, presenter mengejutkan kami lewat microfon memanggil kelompok band kami. “teman-teman bolehkan untuk terakhir kalinya aku bergabung”. Gian memecahkan keheningan kami. “baiklah Gian karena hari ini kita harus tampil dan berhubung kami tidak ada pengganti vokal maka kamu kita beri kesempatan”. Jawab Ferdi dan bergegas naik panggung diikuti teman-teman. Panandangan Gian tertunduk saat melantunkan bait-bait syair dan terlihat jelas di matanya air mata, kerap kali pada saat ia menyanyi dengan wajah yang dalam memanandangku “Tetaplah menjadi bintang di langit….agar cinta kita akan abadi…biarkan sinarmu tetap menghiasi alam ini agar menjadi saksi cinta kita….berdua..” tembang dari Padi ia lantunkan dengan penuh penghayatan membuat kami semua menjadi terpanah. “Lagu ini aku persembahkan buat Ditha, semoga waktu mempertemukan kita kembali dari perpisahan yang menyakitkan ini, terima kasih sahabatku semua..” lagu itu ditutup dengan pernyataan Gian yang seumpama anak panah yang menembus jantung hatiku, aku tak kuasa menahannya dan aku segera berlari meninggalkan aula yang makin ramai karena bintang tamu K2 Regge.
“Gian…bukan hanya kau yang penghianat, tapi aku lebih kejam dari itu. Sejujurnya jauh sebelum kau mencintaiku, hatiku telah menjadi milikmu, namun karena aku wanita tak mampu mengatakannya seperti dirimu, dan karena wanita lebih bisa memendam perasaannya dari pada seorang pria, namun ku akui, kau seorang yang pemberani, bukanlah pengecut. Terima kasih Gian, Semoga perpisahan ini menjadi awal dari perjumpaan kita, yang kita kemas dalam balutan kasih dan dengan iringan sayang seperti dimana Rama terhadap Sinta, seperti Romeo dan Juliet. Gian aku menunggu kau menyatakan cintamu kepadaku, disini… diantara tiupan angin yang menyapa wajahku, diantara kebisingan kota namun telah kusiapkan sebuah ruang yang hening untuk cinta kita…terima kasih atas keberanianmu, dan maafkan pengkhianatan kami para sahabatku….dan Galih maafkan aku, karena telah kutemukan permata hatiku yang sesungguhnya…maafkan aku….” *) 7-8-3-8-4-7-4

Pemilihan Putra Putri SMP 6 Jember ke-3

Pemilihan Putra Putri SMP 6 Jember ke-3

Sejak kabar akan diadakannya pemilihan Putra-Putri SMP 6 Jember yang ke-3 ramai dibicarakan di kalangan siswa dan guru-guru SMP 6 Jember, suasana perayaan HUT RI di SMP 6 tampak lebih istimewa, apalagi momen yang biasanya diadakan untuk memeringati hari kartini ini digelar menjadi puncak acara dari sederetan lomba-lomba yang ada di SMP 6 Jember dalam rangka perayaan HUT RI ke-62 sekaligus mensukseskan program pemerintah daerah Jember yaitu Bulan Berkunjung ke Jember (BBJ).
Suasana meriah menghiasi halaman sekolah, tampak beberapa siswa-siswi

yang telah menepati kursi penonton yang disediakan, mereka rela datang lebih pagi untuk mendapatkan kursi yang memang disediakan terbatas oleh panitia.
Kegiatan yang dilangusngkan di puncak perayaan bulan agustus yakni tanggal 28 Agustus 2007 ini diikuti oleh 30 Peserta yakni 15 peserta pria dan 15 peserta wanita yang mewakili tiap-tiap kelas mulai dari kelas VII(1) hingga kelas IX(3).
Wajah cantik dan tampan berhias di kursi peserta, namun para peserta terlihat nervous alias grogi maklum hari itu mereka harus ditonton oleh seluruh keluarga besar SMP 6 Jember.
Pada penampilan pembuka kelompok vocal yang dipimpin bu Rohima seolah menghipnotis para penonton dengan lagu-lagu kebangsaan kemudian dilanjutkan dengan kelompok Tari asuhan ibu Adinda Miranti yang membuat suasana semakin semarak. Acara yang di prakarsai oleh Dharma Wanita SMP 6 Jember bekerja sama dengan OSIS SMP 6 Jember ini di buka oleh ketua Dharma Wanita Kabupaten Jember Ibu Hj. Achmad Sudiono.
Satu persatu peserta menaiki paggung dan memperkenalkan diri mereka, tawa penonton tak jarang memecah semarak acara karena banyak dari peserta yang salah tingkah di atas panggung dan ada juga peserta yang saking groginya menyebutkan tahun kelahirannya adalah 1945 yang karuan saja membuat semua penoton terbahak-bahak. Pada sesi perkenalan diri ini lah para siswa mulai merebut hati para juri, mereka mulai memperlihatkan kemampuannya dan banyak dari peserta yang mencoba menguasai panggung dengan menggunakan bahasa Inggris.
Dari ke tiga puluh peserta akhirnya ditetapkan 10 pasangan yang berhak melanjutkan babak selanjutnya. Pada babak ini, peserta di hadapkan pada pertanyaan-pertanyaan layaknya pemilihan putri Indonesia, pada babak ini wawasan siswa benar benar teruji, karena sebelumnya para peserta tidak melewati pembekalan materi terlebih dahulu layaknya pemilihan putri Indonesia. Sehingga tak heran bila saja banyak dari peserta yang terpaku dan tak mampu menjawab pertanyaan dari pemandu acara. Namun pada sesi ini bukan hanya hasil jawaban yang menjadi penilaian para juri melainkan juga cara memaparkan jawaban atas pertanyaan para juri juga menjadi penilain tersendiri bagi para juri.
Setelah melewati babak adu wawasan dewan juri yakni Bpk. Hemawan dari Syam Moddeling, Ibu Yudi dari Darma Wanita, dan ibu Rohimah dari perwakilan guru kesenian SMP 6 Jember akhirnya memutuskan peserta dengan nomor urut 24 atas nama Wahyu Putri Utami perwakilan dari kelas VIIIB sebagai juara pertama dan berhak menyandang Putri SMP 6 Jember 2007/2008 yang dengan meyakinkan menyelesaikan pertanyaan “Apa yang kamu lakukan jika kamu menemukan temanmu menggunakan Narkoba?” oleh dewan juri. sedangkan untuk Putra SMP 6 Jember diserahkan kepada peserta no urut 21 atas nama Andy Reza Zulkarnaen perwakilan dari kelas IXB yang sekaligus juga meraih gelar putra Favourite pada pemilihan Putra-Putri SMP 6 Jember yang ke-3 ini setelah lolos menjawab pertanyaan dewan juri tentang sebutan lain bagi kota Jember.
Bu Suhartatik selaku ketua panitia menjelaskan bahwa penilaian pemilihan Putra-putri SMP 6 ini berdasarkan pada keserasian berbusana, tekhnik berbicara, wawasan pendidikan dan beberapa aspek lain yang sangat dipentingkan bagi perwakilan atau duta dari suatu sekolah.
Sebagai selingan dari acara inti, panitia juga meyuguhkan pertunjukan-pertunjukan yang memeperlihatkan aneka bakat yang dimiliki oleh siswa-siswi SMP 6 Jember diantaranya adalah Fashion Show dari kelompok Ekskul Modeling bimbingan Ibu Sulistianah, S.Pd. dan Bpk Hermawan, SE pengasuh sekolah model Syam Modeling. Pertunjukan para model SMP 6 Jember memang sangat atraktif dan mengesankan, layaknya model papan atas mereka meyusuri catwalk dengan busana kebaya koleksi salon Hefifariza milik Bu Hendro ketua Dharma Wanita SMP 6 Jember yang juga menjadi sponsor acara ini. Selain itu pertunjukan juga diisi oleh suara merdu Yulia Hanindia (Nindi) dan permainan keyboard Qesar alumni SMP 6 Jember yang sengaja diundang untuk meramaiakn acara ini.
Siswa-siswi yang tidak menjadi peserta pemilihan putra-putri SMP 6 Jember juga dimanjakan panitia dengan meyediakan Doorprise yang dibagikan kepada mereka yang beruntung berdasarkan kepemilikan kupon undian.
Perasaan haru dan bahagia menyelimuti ketika mahkota putri SMP 6 Jember sebelumnya yang berhias indah pada paras cantik Wenny Ayu Indria Putri SMP 6 2005/2006, perlahan dilepas dan berpindah menghias indah pada dara cantik Putri yang hari itu dinobatkan menjadi Putri SMP 6 2007/2008, suasana bahagia juga terlihat ketika tropi dan hadiah diberikan kepada para pemenang yang lain yakni Juara harapan II Gufron dan Bintang, Juara Harapan I Bram dan Bella, Juara Favorite yang juga diraih Reza dan Laras pasangan dari IXB, Juara III Dasyat dan Laras, Juara II Ryan Cahya dan Rosa oleh para panitia dan juga bapak kepala sekolah dan ibu Dharma Wanita.
Kepala Sekolah Smp 6 Jember, Bapak Hendro Poerwanto, S.Pd. SH, M.Si. menjelaskan bahwa acara ini adalah agenda tahunan program kerja Dharma Wanita SMP 6 Jember yang bertujuan untuk memperingati hari Kartini (21 April) namun karena bulan April lalu siswa sedang berkosentrasi pada ujian dan Ujian akhir nasional maka acara ini di undur dan dikemas untuk merayakan HUT RI yang ke 62. selain itu dengan cara ini di harapkan siswa lebih mengembangkan bakat dan kemampuannya. Putra – Putri yang terpilih nanti akan menjadi perwakilan sekolah apabila ada even tertentu. (krisna)

SALAM REDAKSI eDISI 1

Salam Redaksi…
Keris Sena Yes!
Ah…lega rasanya bisa ketemu lagi dengan kawan Kerisena, iya gak…, kami mohon maaf terlebih dahulu karena banyak sekali surat yang masuk ke e-mail kami dan menanyakan “kapan majalah Keris Sena terbit” dan tentunya banyak sekali komentar-komentar yang lain. Bukannya kita pergi begitu saja, melainkan

pada saat jadwal penerbitan kita bulan-bulan kemarin selalu tidak pas dengan momen dan kesibukan yang ada di SMP 6. kalau bulan Juni pada saat mau terbit eh ternyata sekolah lagi sibuk ujian dan liburan hingga bulan Juli, bulan Agustus..wah bulan itu bayak sekali kegiatan yang perlu diliput yang hasilnya tentunya kita terbitkan di bulan September ini.
Tapi percaya deh..kami gak akan meningalkan teman-teman semua kok, bahkan Keris Sena sekarang dah banyak ketambahan anggota-anggota baru yang tetunya dengan kehadiran mereka membawa perubahan banyak di perkembangan jurnalistik keris sena.
Oya…bagaimana bulan Agustus…? Wah heboh baget ya…selama bulan itu SMP 6 Jember seperti bersinar, bayangkan aja..sejak pertama menginjak bulan Agustus sepertinya banyak sekali acara dan kegiatan yang ramai bergeliat bahkan pada puncak nya di SMP 6 Jember sukses mengadakan acara yang sepertinya tidak kita temukan di sekolah-sekolah lain yakni Pemilihan Putra-Putri SMP 6 Jember. Yang hasilnya sungguh luar biasa padahal acara yang semestinya dilaksanakan bulan April (Hari Kartini) ini di laksanakan di bulan Agustus dengan persiapan yang sangat singkat namun kita telah ketahui sendiri hasilnya.
Pada penerbitan edisi ini kami juga menampilkan menu-menu yang pas sekali pada bulan ini, bicause kawan Kerisena tahu kan, bulan ini juga bertepatan dengan datangnya bulan yang sangat ditunggu oleh umat muslim se dunia yakni bulan Ramadhan so untuk itu kami juga sajikan liputan seputar Ramadan plus dengan tips dan do’a yang sayang untuk kita lewatkan.So semoga kehadiran kami pada edisi ini bisa menemani hari – hari indah anda, dan membangitkan kembali kreatifitas anda di bidang menulis. Dan buat teman-teman kelas VII atau siswa baru selamat datang di kampus kebanggaan kita SMP 6 Jember. Dan selamat berkarya!! *)dae